Cek Data: Mengukur Klaim Ganjar Pranowo Turunkan Kemiskinan Jateng

Ganjar Pranowo berhasil membuat Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang tingkat kemiskinannya mendekati posisi sebelum pandemi. Hasil sebaliknya terjadi di DKI Jakarta.
Reza Pahlevi
5 Januari 2023, 11:28
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) didampingi Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kanan) berbincang dengan relawan saat meninjau dapur umum di Kantor Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB), Kota Pekalo
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) didampingi Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kanan) berbincang dengan relawan saat meninjau dapur umum di Kantor Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB), Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (3/1/2023).

Ganjar Pranowo telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) selama sembilan tahun. Selama masa kepemimpinannya tersebut, Ganjar mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Bahkan jumlahnya mencapai satu juta jiwa yang berhasil keluar dari kemiskinan.

Kontroversi 

Di akun Twitternya, Ganjar menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan jumlah penduduk miskin pada periode September 2021 hingga Maret 2022. Dia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat jumlah penduduk miskin di provinsi yang dipimpinnya turun sebanyak 102.570 orang.

“Penurunan jumlah warga miskin di Jawa Tengah jadi yang terbanyak se-Indonesia,” seperti disampaikan dalam video yang diunggah Ganjar di akun Twitter @ganjarpranowo, Minggu, 1 Januari 2023.

Politikus PDIP ini mengklaim, keberhasilannya menekan angka kemiskinan salah satunya melalui program perbaikan rumah tak layak huni (RLTH). Menurutnya, ini merupakan persoalan laten dalam penanganan kemiskinan di Jateng. 

“Hingga 2022, lebih dari satu juta rumah tak layak huni sudah dibereskan,” katanya.

Faktanya

Jika melongok data BPS, Ganjar memang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di Jateng selama dirinya menjabat dari 2013 hingga 2022. Dari 14,44% pada 2013 turun menjadi 10,93% pada 2022.

Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin juga berkurang 979.860 jiwa pada periode tersebut. Angkanya memang tidak bulat satu juta seperti dilansir dalam berita di Detikcom.

Klaim Ganjar bahwa penurunan angka kemiskinan di Jateng tertinggi nasional pada September 2021-Maret 2022 juga benar. Angka penurunan penduduk miskin tersebut mengungguli Jawa Timur yang berkurang sebanyak 78.310 orang. 

Hasil berbeda ditunjukkan jika membandingkan dengan proporsi jumlah penduduk di masing-masing provinsi karena besarnya populasi penduduk di Pulau Jawa. 

Jika melihat proporsinya terhadap jumlah penduduk miskin, Jateng hanya berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,22% dari 11,25% menjadi 10,93% dalam periode tersebut.

Berdasarkan persentase itu, Jateng bukan provinsi yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan terbesar. Jateng berada di posisi ke-10 dari 34 provinsi. Aceh dan Sumatera Selatan tercatat mengalami penurunan tingkat kemiskinan terbesar, masing-masing sebesar 0,89%. 

Sedangkan selama masa kepemimpinannya, Ganjar berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 3,51% pada 2013-2022. Dalam rentang waktu itu, Jateng di peringkat ke-5 di antara 34 provinsi. Di Pulau Jawa, Jawa Tengah hanya kalah dari DI Yogyakarta yang berhasil menurunkan kemiskinan 3,69%.

Ganjar juga berhasil membuat Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang tingkat kemiskinannya mendekati posisi sebelum pandemi. Pada waktu itu, tingkat kemiskinan Jawa Tengah tercatat sebesar 10,58%. Pada Maret 2022, tingkat kemiskinan sudah sebesar 10,93%.

Sebagai konteks, di Pulau Jawa hanya DI Yogyakarta yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan setara atau lebih rendah dari level pra-pandemi. Tingkat kemiskinan DI Yogyakarta 0,1% di bawah level pra pandemi. 

Sementara, DKI Jakarta menjadi provinsi terburuk di Jawa. Provinsi ibu kota ini masih memiliki tingkat kemiskinan 1,27% di atas level pra-pandemi. Provinsi ini juga menjadi yang terburuk di antara 34 provinsi lain.

Meski begitu, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah masih menjadi salah satu yang terbesar di Pulau Jawa. Bersama DI Yogyakarta dan Jawa Timur, tingkat kemiskinan masih berada di level dua digit. Sementara DKI Jakarta memiliki tingkat kemiskinan terendah sebesar 4,69%.

Ganjar juga mengklaim sudah ada 1.041.894 unit rumah tak layak huni (RTLH) yang ditangani di Jawa Tengah hingga 2022. Namun, klaim ini berbeda dengan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR menunjukkan data penanganan RTLH sejak 2017 hingga 2022. Dalam periode tersebut, penanganan RTLH di Jawa Tengah hanya sebanyak 110.271 rumah tangga. Jumlah ini hanya 10,6% dari data yang dikutip Ganjar. 

Secara umum, data menunjukkan Ganjar memang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan di Jawa Tengah. Namun klaim penurunan yang tertinggi se-Indonesia tidak sesuai dengan data. Meski begitu, penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah selama kepemimpinan Ganjar menjadi salah satu yang terbaik di antara 34 provinsi.

Referensi

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi dan Daerah. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/indicator/23/185/1/jumlah-penduduk-miskin-ribu-jiwa-menurut-provinsi-dan-daerah.html (Akses 4 Januari 2023)

Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi dan Daerah. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/indicator/23/192/1/persentase-penduduk-miskin-menurut-provinsi.html (Akses 4 Januari 2023)

 Penanganan RTLH. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. http://datartlh.perumahan.pu.go.id/lpage/#features12-d (Akses 4 Januari 2023)

Detik.com. 9 Tahun Pimpin Jateng, Ganjar Turunkan Kemiskinan Satu Juta Orang”, 24 Desember 2022. (Akses 4 Januari 2023)

---------------

Jika Anda memiliki pertanyaan atau informasi yang ingin kami periksa datanya, sampaikan melalui email: [email protected].

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait