Di balik angka pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan yang positif, realita tekanan keuangan harian justru masih membelit banyak keluarga Indonesia dengan daftar kebutuhan yang tak tertahankan.
Pertumbuhan ekonomi sering kali hanya menampilkan angka, namun menyembunyikan cerita panjang tentang ketidakpastian dan penundaan hidup kelompok masyarakat yang paling produktif.
Pekerja Anak adalah masalah multidimensional yang didorong faktor ekonomi, dinamika keluarga, norma sosial, dan lemahnya tata kelola, menjebak anak dalam lingkaran kemiskinan.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah resmi hadir nyaris 9 tahun di Indonesia timur. Namun, kemiskinan masih tinggi di kawasan ini. Simak dampak ekosistem bisnis ini pada ekonomi daerah.
Artikel ini mengajak evaluasi capaian pembangunan ekonomi Indonesia yang kerap diukur dari penurunan kemiskinan, namun mempertanyakan apakah hal itu sudah cukup untuk mencapai keamanan ekonomi masyarakat.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, kemiskinan meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar dipengaruhi oleh kenaikan harga.
Potensi ekonomi dam haji pada 2026 disebut capai ratusan miliar rupiah, menjadikannya instrumen strategis bagi kemaslahatan umat jika dikelola secara profesional dan transparan.
Mengapa kemiskinan perkotaan naik menurut data BPS 2025? Artikel ini membahas peran Koperasi Desa sebagai strategi pengembangan wilayah untuk mengatasi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.
El Nino diprediksi muncul pada 2026 dan menjadi peringatan dini serius terhadap ketahanan pangan nasional Indonesia, berdasarkan pemodelan iklim terbaru.
Artikel ini mengulas ketimpangan sosial yang tercermin dari ironi geografis permukiman padat dan mewah di kota besar, serta mempertanyakan keadilan dan mobilitas antargenerasi.
Indonesia mencatat Gini Ratio 0,363 pada September 2025, level ketimpangan terendah dalam satu dekade yang telah melampaui target RPJMN, meski disparitas antarprovinsi masih jadi pekerjaan rumah.
Data BPS Februari 2026 menunjukkan tingkat Kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25%, meski penurunan di perkotaan lebih lambat dibanding perdesaan, menandakan dampak kebijakan berkelanjutan.
Kemiskinan ekstrem menjadi akar dua tragedi anak di NTT dan Kendari, merenggut hak hidup dan masa kanak-kanak mereka, serta memerlukan perhatian serius.
Pemerintah tengah merombak data penerima bansos. Apakah langkah ini mampu memenuhi ambisi untuk menghapus kemiskinan ekstrem, atau justru menyisakan kelompok rentan di luar perlindungan?