Awas, Vaksin Covid-19 Palsu!

Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi masuknya vaksin Covid-19 palsu, seperti impor hanya dilakukan terpusat dan mengatur distribusinya.
Andrea Lidwina
26 Februari 2021, 11:10

Tingginya permintaan vaksin Covid-19 di seluruh dunia dimanfaatkan sejumlah pihak untuk memproduksi vaksin palsu. Di Tiongkok, misalnya, otoritas telah menangkap 70 tersangka dari 21 kasus per 10 Februari 2021. (Analisis Data: Problem Akses Air Bersih saat Pandemi)

Salah satu kasusnya, produsen mengisi botol vaksin dengan larutan garam atau air mineral dan sebanyak 58 ribu dosis telah dijual. Mereka pun telah meraup untung hingga US$ 2,8 juta. (Infografik: Kasus Covid-19 RI Mulai Melandai?)

Sebuah klinik swasta di kota Monterrey, Meksiko juga menjual vaksin palsu dengan merek Pfizer/BioNTech seharga US$ 2 ribu per dosis. Kemudian, sebuah fasilitas kesehatan alternatif di kota Quito, Ekuador mengklaim vaksin yang dijualnya akan memberikan imunitas terhadap Covid-19 setelah tiga dosis. Vaksin ini telah dijual sebanyak 70 ribu dosis.

Untuk mencegah masuknya vaksin palsu, pemerintah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Antara lain, hanya satu pintu impor vaksin, yakni dilakukan pemerintah. Kemudian mencantumkan barcode pada botol vaksin untuk melacak distribusi, dan mengawasi peredaran vaksin di e-commerce. Pemerintah juga perlu mengatur pengolahan botol bekas vaksin. (Analisis Data: Potret Kemiskinan di Indonesia Akibat Covid-19)

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan