Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 dari Libur Lebaran

Pemerintah meminta masyarakat menunda mudik lebaran untuk menghindari meluasnya penyebaran Covid-19.
Dwi Hadya Jayani
13 Mei 2021, 09:05

Berkumpul bersama keluarga di hari lebaran adalah tradisi di Indonesia. Namun pandemi Covid-19 yang melanda sejak setahun lalu mesti mengubah kebiasaan itu. Hal ini untuk mencegah bertambah luasnya penularan penyakit yang disebabkan virus SARS CoV2 tersebut.

Pemerintah pun meminta masyarakat untuk menunda mudik lebaran tahun ini. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan silaturahmi dengan keluarga dan kerabat secara virtual. Bisa dengan percakapan atau panggilan video (video call).

Apabila ingin berkunjung, dipastikan hanya keluarga di lingkungan terdekat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Namun diupayakan tidak menggelar halal bihalal yang mengumpulkan banyak orang.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena hari libur panjang mencatatkan kenaikan kasus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan setidaknya terdapat empat perayaan hari libur beserta lonjakannya.

Pada Idul Fitri tahun lalu, rata-rata kenaikan kasus mencapai 68 hingga 93% dan rata-rata kematian mingguan mencapai 28 hingga 66%.

“Hati-hati dengan yang namanya libur panjang. Ingat, tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat. Idul fitri tahun lalu naik sampai 93%,” ujar Presiden Joko Widodo di depan para kepala daerah pada akhir Maret lalu.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.