Mesin Uang Piala Eropa 2020

Piala Eropa 2020 digelar di 11 kota setelah sempat ditunda karena pandemi Covid-19.
Image title
15 Juni 2021, 07:28

Kejuaraan sepak bola Piala Eropa (UEFA EURO) 2020 digelar 11 Juni-11 Juli 2021. Turnamen yang diikuti 24 negara Eropa tersebut mengusung slogan “Live it. For Real” dan sempat ditunda karena pandemi Covid-19. 

Turnamen Piala Eropa 2020 yang berlangsung selama sebulan tersebut berpotensi menggerakkan kembali roda perekonomian Eropa yang terimbas pandemi. Helatan bergengsi tersebut terdiri atas 51 pertandingan yang dilaksanakan di 11 kota. (Baca: Pendapatan UEFA dari Penyelenggaraan Piala Eropa Terus Meningkat)

Diperkirakan lebih dari 200 negara serta lebih lima miliar penonton akan menikmati laga Piala Eropa 2020 melalui siaran langsung. UEFA menargetkan pendapatan sekitar 2,5 miliar euro atau Rp43,5 triliun, serta target keuntungan mencapai 1 miliar euro yang setara Rp17,4 triliun (kurs Rp 17.400/€).

Target tersebut bahkan dipatok lebih tinggi dari total pendapatan EURO 2016. Kala itu, UEFA mengantongi 1,92 miliar euro atau Rp 33,4 triliun dengan kontribusi terbesar dari penjualan hak siar. (Baca: Keuntungan Piala Eropa yang Terbesar Berasal dari Hak Siar)

Dari kejuaraan tahun ini, tiap tim akan mendapat dana partisipasi sebesar 9,3 juta euro atau Rp161,8 miliar. Sementara, pemenang EURO 2020 berhak meraih maksimum 34 juta euro sama dengan Rp591,6 miliar. (Baca: Robohnya Industri Sepak Bola Nasional Saat Pandemi)

Meski masih dalam suasana pandemi, para pecinta sepak bola dapat menikmati laga Piala Eropa 2020 secara langsung. Sejumlah tuan rumah mengizinkan para penonton menikmati pertandingan di stadion, meski kapasitasnya berkurang diikuti penerapan protokol kesehatan ketat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.