Selebgram Pemilik Klub Sepak Bola

Meski prestasi Indonesia masih belum terlihat di tingkat regional maupun internasional, sepak bola memiliki potensi yang besar dari segi bisnis.
Image title
24 Februari 2022, 11:42

Sejumlah pesohor di tanah air membeli klub sepak bola sebagai bagian dari bisnis mereka. Fenomena ini mulai banyak terjadi setahun belakangan ketika kompetisi sepak bola nasional harus dihentikan akibat pandemi virus corona.

Seperti diketahui, sepak bola merupakan salah satu olahraga paling favorit di Indonesia. Olahraga ini digemari masyarakat dari berbagai kalangan.

Meski prestasi Indonesia masih belum terlihat di tingkat regional maupun internasional, sepak bola memiliki potensi yang besar dari segi bisnis.

Berikut ini deretan artis pembeli klub sepak bola Indonesia

1. Raffi Ahmad

Bersama pengusaha Rudy Salim, Raffi Ahmad telah resmi membeli klub sepak bola Liga 2, Cilegon United, pada 31 Maret 2021. Setelah diakuisisi oleh Raffi Ahmad, klub Cilegon United berubah nama menjadi Rans Cilegon FC.

2. Atta Halilintar

YouTuber Atta Halilintar secara resmi mengakuisisi klub bola PSG Pati dan mengubah nama klub bola tersebut menjadi AHHA PS Pati FC. Ia juga berharap bisa membangun sepak bola Indonesia.

(Baca: Potensi Masalah di Balik Rencana Atta Halilintar Punya 15 Anak)

3. Kaesang Pangarep

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, membeli 40% saham Persis Solo dan menjadi pemegang saham klub sepak bola itu bersama Menteri BUMN Erick Thohir yang juga membeli 20% saham dan Kevin Nugroho yang membeli 30% saham. 

4. Gilang Widya Pramana (Juragan 99)

Pemilik brand skincare MS Glow ini membeli saham klub sepak bola asal Malang, Jawa Timur, Arema FC. Selain itu, ia juga ditunjuk sebagai presiden dari klub sepak tersebut.

5. Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina menjadi artis perempuan pertama yang membeli klub sepak bola Indonesia. Ia membeli saham dari klub sepak bola Persikota Tangerang. Namun, statusnya bukan sebagai pemilik saham mayoritas. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.