Ratusan Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Ratusan korban dinyatakan meninggal dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan, buntut kerusuhan usai pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Vika Azkiya Dihni
3 Oktober 2022, 22:30

Sabtu, 1 Oktober 2022, menjadi malam kelabu bagi masyarakat Malang, Jawa Timur. Malam itu ratusan penonton menjadi korban tewas dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan.

Sekurangnya ada 125 orang dinyatakan meninggal dan 323 mengalami luka-luka. Kejadian bermula dari pertandingan Liga 1 antara tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kesebelasan tamu. 

Sejumlah penonton yang memasuki lapangan usai pertandingan direspons oleh aparat keamanan dengan kekerasan dan tembakan gas air mata. Situasi tersebut menimbulkan kepanikan penonton dan mengakibatkan kekacauan. Mayoritas korban mengalami luka akibat terinjak dan kekurangan oksigen. 

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

Imbas dari kejadian tersebut, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, total korban yang meninggal dan terluka akibat tragedi Kanjuruhan mencapai 448 orang.

“Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban,” kata Muhadjir usai rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang, dikutip dari CNN Indonesia.

Rinciannya, 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang menderita luka berat. Tragedi ini juga menimpa anak-anak di mana ada 17 anak meninggal dan 7 anak mengalami luka-luka, menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan 7 dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA Nahar, dikutip dari Antara.

Selain korban yang tewas, tragedi ini juga menyebabkan kerusakan kendaraan. Menurut catatan kepolisian, jumlah kendaraan yang rusak sebanyak 13 unit. Sebanyak 10 unit di antaranya mobil dinas polisi dan tiga unit mobil pribadi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.