Prioritaskan Kesehatan Mental Saat Isolasi Mandiri

Minimnya interaksi sosial, adanya rasa takut, hingga tekanan traumatis dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pasien saat isolasi mandiri
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
12 Februari 2021, 09:29

Kesehatan mental menjadi tantangan yang cukup berat di saat pandemi. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat dari 4.010 hasil swaperiksa masalah psikologis yang telah berjalan selama 5 bulan di Indonesia, 64,8 persen di antaranya mengalami masalah psikologis seperti cemas, depresi, dan trauma. Tak hanya itu, 1 dari 5 orang pada usia 18-29 tahun memiliki pemikiran “lebih baik mati”.  Hal ini sangat membahayakan, khususnya bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri.

Minimnya interaksi sosial, adanya rasa takut, hingga tekanan traumatis dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pasien saat isolasi mandiri. Menurut PDSKJI Cabang DKI Jakarta, terdapat kelompok orang yang rentan menghadapi masalah psikologi beberapa di antaranya adalah anak muda, orang yang memiliki gangguan mental sebelumnya, dan tinggal sendiri atau dengan anak. Mengatur rutinitas yang dijalankan, khususnya rutinitas primer, menjadi kunci utama agar kesehatan mental tetap terjaga.

Adapun kegiatan primer yang perlu rutin dijalankan adalah selalu membersihkan diri, tidur cukup, makan teratur, dan menyempatkan diri untuk relaksasi seperti yoga atau meditasi. Selain itu juga perlu menjalankan rutinitas sekunder. Ketika stres sedang sangat tinggi, menghubungi teman atau keluarga secara daring dapat membantu mengatasi. Jika dirasa tetap sulit, konsultasi dengan dokter psikiater penting untuk dilakukan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.