Harga LNG Tangguh ke Arun Turun 27 Persen dalam Enam Bulan

Jika harga jual gas tidak masuk hitung-hitungan keekonomian, maka akan susah mendapatkan investasi baru untuk mengembangkan lapangan gas.
Arnold Sirait
30 Agustus 2016, 19:30
Tangguh LNG
Arief Kamaludin|KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat adanya penurunan harga gas alam cair (LNG) dari Kilang Tangguh di Papua Barat ke regasifikasi Arun di Nanggroe Aceh Darusalam. Hal ini menanggapi informasi yang beredar bahwa harga gas di Sumatera Utara mahal akibat harga yang ditetapkan di hulu terlalu tinggi.

Kepala Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus mengatakan, per Juni lalu, rata-rata harga LNG dari Tangguh yang dipasok ke Arun sebesar US$ 4,9 per MMBTU. Nilainya lebih rendah 27,3 persen dibandingkan rata-rata harga gas tahun 2015 yang sebesar US$ 6,74 per MMBTU. (Baca: Kementerian ESDM Klaim Harga Gas di Medan Bisa Turun US$ 2,5)

Harga tersebut sudah mencakup biaya eksplorasi, eksploitasi, pencairan LNG, dan pengangkutan. “ Dengan jarak pengangkutan mencapai 4.800 kilometer," kata Taslim berdasarkan siaran persnya, Selasa (30/8).

Menurut Taslim, harga gas, termasuk LNG, sangat mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Dari mulai dipasok tahun 2012, harga LNG untuk domestik telah menurun signifikan mengikuti rendahnya harga minyak dunia.

Tapi, menjaga harga gas supaya tetap layak secara komersial juga sangat penting untuk mendukung penerimaan negara dan minat investasi di hulu migas. "Jika harga jual gas tidak masuk hitung-hitungan keekonomian, maka akan susah mendapatkan investasi baru untuk mengembangkan lapangan gas kita," kata Taslim. (Baca: Turunkan Harga, SKK Migas Diminta Tinjau Ulang Biaya Hulu Gas)

Berdasarkan data SKK Migas, harga gas di Jawa Timur sekitar US$ 8,01-8,05 per mmbtu dan Jawa bagian Barat di kisaran US$ 9,14-9,18 per mmbtu. Sedangkan harga untuk wilayah Sumatera bisa mencapai US$ 13,90-13,94 per mmbtu.

Di sisi lain, sepanjang paruh pertama tahun ini, fasilitas regasifikasi Arun di Aceh sudah menerima pasokan tujuh kargo gas alam cair (LNG) dari proyek Tangguh di Papua Barat. Angka ini lebih dari separuh komitmen yang diterima, yakni 15 kargo LNG pada tahun ini

Kepala Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus mengatakan, sisa kargo komitmen tersebut akan tetap dipasok hingga akhir tahun nanti. "Seperti komitmen awal," kata dia. (Baca: Tim Lintas Kementerian Kaji Ulang Harga Gas Hulu untuk Industri)

Ia menjelaskan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat ini merupakan satu-satunya penerima LNG Tangguh melalui fasilitas regasifikasi Arun. Sebelumnya sempat ada alokasi satu kargo untuk PT Pertagas Niaga, tapi dikembalikan karena kendala operasional pada fasilitas regasifikasi di Arun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait