Unit Kedua Pembangkit Panas Bumi Terbesar di Dunia Resmi Beroperasi

Dengan begitu saat ini pembangkit tenaga panas bumi terbesar di dunia ini bisa menghasilkan listrik 220 Mega Watt (MW).
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
10 Oktober 2017, 16:40
Panas Bumi Geothermal
Arief Kamaludin|KATADATA

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit 2 berkapasitas 110 MW di Sumatra Utara mulai beroperasi secara komersial. Dengan begitu saat ini pembangkit tenaga panas bumi terbesar di dunia ini bisa menghasilkan listrik 220 Mega Watt (MW).

Dalam keterangan resminya, Inpex Geothermal Sarulla Ltd menyatakan listrik yang dihasilkan itu dijual PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN selama 30 tahun. “Pasokan listrik yang dihasilkan dari proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Indonesia, apalagi permintaan akan listrik tumbuh,” dikutip dari keterangan resminya, Selasa (10/10).

Anak usaha Inpex Corporation itu merupakan salah satu pemegang saham perusahaan konsorsium Sarulla Operation Limited (SOL). Inpex Geothermal Sarulla Ltd memiliki porsi 18,25%. Pemegang saham lainnya adalah Itochu Corporation dengan kepemilikan 25%, Kyushu electric Power Co. Inc. Jepang sebesar 25%, PT Medco Power Indonesia 18,99% dan Ormat Technologies, Inc 12,75%. 

Proyek ini sebenarnya terdiri dari tiga unit. Unit pertama telah beroperasi pada Mei 2017 lalu. Kapasitas untuk unit pertama sebesar 110 MW.

Adapun jika ditotal, tiga unit itu seharusnya memiliki kapasitas 330 MW. Alhasil, pembangkit ini bisa mengaliri 2,1 juta rumah tangga di Indonesia.

Untuk unit ketiga, Inpex dan pemegang konsorsium lainnya menargetkan bisa beroperasi secepatnya. “Kami akan terus bekerja untuk memulai operasi komersial unit ketiga pada tahun 2018,” bunyi keterangan resmi tersebut.

Di sisi lain, penggunaan tenaga panas bumi menjadi salah satu prioritas nasional di bidang energi, mengingat besarnya potensi panas bumi Indonesia, yaitu 11 GW sumberdaya dan 17,5 GW cadangan. Saat ini, kapasitas terpasang sekitar 1.643,5 MW yang merupakan peringkat ketiga terbesar penghasil listrik dari panas bumi di dunia, setelah Amerika Serikat dan Filipina.

Video Pilihan

Artikel Terkait