Perbankan Tunggu Arahan dari Pemerintah

Pebisnis itu membuat keputusan berdasarkan kondisi hari ini dan prospek dalam jangka pendek Jadi perlu ada arahan dan kebijakan
Image title
Oleh
23 September 2014, 17:31
Perbankan
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Industri perbankan menunggu arahan dari pemerintah dalam menghadapi rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed.

Direktur Utma PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan suku bunga AS dapat memengaruhi aliran dana dari luar negeri ke pasar domestik. Padahal likuiditas keuangan global merupakan faktor penentu pertumbuhan kredit nasional.

Dia berharap pemerintah membuat kebijakan yang dapat mencegah terjadinya kepanikan di pasar keuangan dalam negeri. ?Pebisnis itu membuat keputusan berdasarkan kondisi hari ini dan prospek dalam jangka pendek. Jadi perlu ada arahan dan kebijakan,? kata Jahja di Jakarta, Selasa (23/9).

Guna mengantisipasi risiko likuiditas, pemerintah perlu memberikan arahan agar perbankan menyempitkan margin bunga bersih (net interest margin/ NIM) dan membatasi pemberian pinjaman.

Advertisement

?Siapkan likuiditas lebih, peraturan makro yang prudent sehingga pendalaman terhadap pasar keuangan berjalan,? ujarnya.

Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, the Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuannya lebih cepat dari yang diperkirakan. Kenaikan tersebut mungkin saja dilakukan secara bertahap atau sekaligus.

?Kalau bertahap dampaknya moderat, tapi kalau signifikan naiknya sekaligus pasar akan shock,? ujarnya.

BI sebagai otoritas pengawas moneter akan terus menjalankan kebijakan baik dari sisi moneter maupun makro prudential perbankan yang selama ini telah diterapkan.

Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk A. Prasetyantoko menilai penguatan pasar keuangan nasional juga perlu didukung dengan adanya perbaikan regulasi yang mengatur pasar keuangan. 

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait