Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
12 Juni 2017, 13:57

Indonesia dalam Ancaman Krisis Energi

Setelah 1995, kejayaan minyak Indonesia mulai memudar. Produksi yang terus menurun sedangkan konsumsi terus meningkat. Akibatnya hasil minyak Indonesia tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri. Indonesia pun menjadi nett importer sejak 2004. Salah satu cara menjaga ketahanan energi adalah dengan mendorong kegiatan eksplorasi migas di dalam negeri.

Persoalannya era harga minyak dunia rendah telah menyebabkan industri migas tertekan. Keuntungan yang berkurang menyebabkan industri harus menekan biaya investasi. Situasi ini tidak saja mempengaruhi industri migas, tapi berdampak ke sektor-sektor lain termasuk ke pemerintah.

Dampak tersembunyi dari jatuhnya harga minyak bisa mengancam ketahanan energi nasional. Kunci untuk mengatasi hal ini adalah dengan mendorong investasi untuk eksplorasi cadangan minyak baru. Namun, banyak persoalan (disinsentif) yang menghambat investasi, di samping masih tingginya biaya produksi minyak per barel. Apalagi tren ladang migas Indonesia bergeser dari daratan ke lautan dalam yang membutuhkan biaya lebih besar.

Oleh sebab itu perlu ada terobosan serta perubahan paradigma dalam pengelolaan migas di Tanah Air. Pemerintah telah memulai inisiatif perubahan ini, tapi harus diperkuat agar berkesinambungan. Dan yang terpenting adalah terobosan itu bukan sekadar memberikan insentif, tapi menghapus berbagai disinsentif yang pengaruhnya bersifat jangka panjang.

Editor: Arsip