Pangsa Pasar Bank Syariah Meleset dari Target

Penulis:

Editor:

16/12/2013, 00.00 WIB

Target pangsa pasar perbankan syariah pada tahun ini sebesar 5 persen diperkirakan meleset Kondisi perekonomian global yang yang belum pulih membuat pangsa pasar bank syariah hanya 48 persen tahun iniPertumbuhan ekonomi yang menuru

2523.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Target pangsa pasar perbankan syariah pada tahun ini sebesar 5 persen diperkirakan meleset. Kondisi perekonomian global yang yang belum pulih membuat pangsa pasar bank syariah hanya 4,8 persen tahun ini.

?Pertumbuhan ekonomi yang menurun dan berdampak ke sektor riil mengakibatkan target pangsa pasar 5 persen belum dapat direalisasikan tahun ini,? kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat membuka seminar ?Outlook Perbankan Syariah 2014? di Jakarta, Senin (16/12).

Selain itu, Agus mengatakan, tidak tercapainya target juga disebabkan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,5 persen yang memicu kenaikan harga di sektor riil. Kemudian kemampuan likuiditas yang relatif terbatas serta kondisi pasar kredit yang mengetat membuat ekspansi pembiayaan yang diberikan menjadi terbatas.

Hingga Oktober 2013, jumlah rekening di perbankan syariah mencapai 12 juta rekening atau 9,2 persen dari total rekening perbankan nasional. Sedangkan jumlah jaringan kantor mencapai 2.925 kantor. Agus menuturkan, target pangsa pasar perbankan syariah lima persen baru akan dapat terealisasi pada tahun depan.

Agus mengatakan, perkembangan perbankan syariah dalam kurun waktu satu tahun terakhir tergolong cukup pesat, khususnya pada bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) yang mendominasi aset perbankan syariah. Aset perbankan syariah meningkat per Oktober 2013 (yoy) menjadi Rp 229,5 triliun. Bila ditotal dengan aset BPR Syariah, maka aset perbankan syariah mencapai Rp 235,1 triliun.

Pada 2014, pangsa pasar perbankan syariah pada 2014 diprediksi sebesar 5,25-6,25 persen. Pertumbuhan total aset pata 2014 diprediksi sebesar 19,4 persen. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga dan pemb iayaan masing-masing diperkirakan tumbuh 20,2 persen.

Meski demikian, Agus mengatakan bahwa ada beberapa tantangan pula yang akan dihadapi industri perbankan syariah di tahun depan. ?Terutama keterbatasan SDM secara kuantitas dan kualitas, keterbatasan layanan produk, dan optimalisasi perbankan syariah,? katanya.

Untuk itu, dalam upaya pencapai target di 2014, diciptakan beberapa peluang guna meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah. Di antaranya, pengembangan sukup infrastruktur, rencana kementerian BUMN mendirikan bank BUMN syariah, rencana pengalihan sebagian dana haji ke bank syariah, dan sosialisasi gerakan ekonomi syariah (GRES).

Isa Rachmatawarta, Staf Ahli Menteri Keuangan, menuturkan sampai saat ini UU Perasuransian, Pasar Modal, dan Dana Pensiun belum selesai dibahas. ?Prioritas sudah ditempatkan, bahkan sudah mulai dibahas, namun DPR mulai sibuk untuk agenda tahun depan, itu yang membuat kita gundah? tutur dia.

Sedangkan untuk penguatan struktur perbankan yang selama ini dirasa kurang, perlu segera direalisasikan forum koordinasi berkala antarotoritas khusus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. ?Saya pernah katakan, bahwa pengembangan keuangan syariah harus jadi agenda nasional, namun belum terealisasikan juga kan,? ujar Mulya E Siregar, Asisten Gubernur BI.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan