Indonesia – Turki Kerja Sama Buat Tank, Kapal Selam dan Drone

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

7/7/2017, 12.59 WIB

Jokowi dan Erdogan juga membahas krisis Qatar.

Jokowi dan Erdogan
Rahmat|Biro Pers Setpres
Pernyataan Pers Bersama Presiden Jokowi dan Presiden Erdogan, di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, Kamis (6/7) siang waktu setempat.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat menjalankan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, dan energi. Selain itu, kedua pemimpin negara ini sepakat bekerja sama memerangi terorisme.

“Kami telah sepakat berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, antara lain melalui negosiasi Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), pengurangan atau pengakhiran hambatan perdagangan, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif,” kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama Erdogan di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, Kamis (6/7) siang waktu setempat.

Kepala Negara menambahkan, Indonesia menyambut baik hasil konkrit kerja sama industri pertahanan, berupa peluncuran tank kelas menengah kpaplan, produksi bersama Indonesia dan Turki. Selain itu, ada pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan.

(Baca juga: Hari Ini Jokowi Akan Bertemu Erdogan dan Pengusaha Turki)

“Tadi juga telah kami sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan drone, dan ini juga akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” kata Jokowi.

Mengenai penguatan kerja sama di bidang energi, menurut Presiden Jokowi, saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia, antara lain melalui penggunan powership atau kapal penyedia pasokan listrik.

Grafik: Nilai Investasi Asing asal Turki ke Indonesia 2015-2017

Sebelumnya, sejumlah kapal pembangkit listrik asal Turki telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok, dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

Soal politik luar negeri seperti Qatar dan persoalan keamanan tidak luput dari pembahasan Jokowi dan Erdogan. Untuk masalah Qatar, Jokowi berharap dapat diselesaikan lewat dialog antar negara yang bermasalah secara diplomatik.

"(Soal keamanan) Kami juga sepakat bekerja sama dalam bidang informasi intelijen terkait penanganan jaringan teroris asing," kata Jokowi.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha