Petronas Deklarasikan Kondisi Kahar di Lapangan Kepodang

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/7/2017, 20.05 WIB

“Ada resiko denda dari Kalimantan Jawa Gas sebagai operator pipa, tapi bukan dari PLN atau pemerintah,” kata Fatar.

Petronas
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan minyak dan gas bumi asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) menyatakan Lapangan Kepodang, Blok Muriah dalam kondisi kahar (force majeure). Salah satu penyebabnya adalah hasil temuan cadangan tidak sesuai dengan prediksi.

Keadaan kahar merupakan kejadian di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan. Sehingga jika itu terjadi maka kegiatan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

(Baca: Petronas Siapkan Rp 650 Miliar untuk Mengebor Dua Sumur di Blok Muriah)

Senior Manager Corporate Affairs&Administration Petronas Carigali Indonesia Andiono Setiawan mengatakan kondisi kahar tersebut telah disampaikan sejak 8 Juni 2017 lalu. Keputusan itu diambil setelah melalui penilaian dan kinerja yang telah dilakukan.

Hasil penilaian itu menyebutkan dari delapan sumur yang dibor sampai saat ini menunjukkan cadangan yang ada di lapangan itu telah habis. Untuk itu saat ini perusahaan membahas kelanjutan blok tersebut dengan pemerintah. “Kami bekerja bersama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia kepada Katadata, Jumat (7/7).

(Baca: Petronas Siap Kucurkan US$ 80 Juta untuk Mengebor 2 Sumur di Bukit Tua)

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani membenarkan jika Petronas sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah. Alasannya cadangan yang ditemukan di Lapangan Kepodang di bawah prediksi yakni hanya 30–35 persen.

Menurut Fatar ada risiko yang akan dihadapi Petronas dengan menyatakan lapangan tersebut dalam kondisi kahar. “Ada resiko denda dari Kalimantan Jawa Gas sebagai operator pipa, tapi bukan dari PLN atau pemerintah,” kata dia kepada Katadata, Jumat (7/7).

Sampai saat ini pemerintah juga belum memutuskan mengenai nasib blok tersebut. Nantinya akan ada evalausi independen dari Lemigas terkait kondisi reservoir di Lapangan Kepodang.  

(Baca: Petronas: Jatah Saham Jateng di Blok Muriah Dibagi Proporsional)

Lapangan Gas Kepodang, Blok Muriah yang berada di lepas pantai Jawa Tengah. Lapangan ini merupakan salah satu pemasok gas utama kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk penyediaan listrik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan