Luhut Minta Infrastruktur untuk Acara IMF-World Bank Dipercepat

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Safrezi Fitra

18/8/2017, 20.32 WIB

"Kami bicara menyangkut masalah infrastruktur yang perlu dipercepat untuk proyek ini sekaligus untuk dipakai seterusnya," ujar Luhut

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut B. Panjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah tengah mempersiapkan acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan World Bank (Bank Dunia) pada 12-14 Oktober 2018. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pembangunan proyek infrastruktur terkait acara ini dapat dipercepat.

"Kami bicara menyangkut masalah infrastruktur yang perlu dipercepat untuk proyek ini sekaligus untuk dipakai seterusnya," ujar Luhut usai Rapat Koordinasi persiapan acara tahunan IMF-World Bank di kantornya, Jakarta, Jumat (18/8).

(Baca: Bos Bank Dunia Janji ke Jokowi Boyong Investor Mancanegara Tahun 2018)

Menurut Luhut, ada beberapa proyek infrastruktur yang akan dipercepat untuk acara tahunan IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali tersebut. Beberapa di antaranya, yakni pembangunan bandara di Bali utara dan underpass atau terowongan Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali.

Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai perekrutan putra-putri Indonesia yang akan menjadi penghubung (liaison) para delegasi dalam acara tahunan IMF-WB. Saat ini, kata Luhut, pihaknya tengah menyeleksi 400 putra-putri Indonesia yang akan menjadi liaison tersebut.

Luhut menuturkan, saat ini pihaknya tengah dalam tahapan pra-persiapan (preliminary) untuk acara tahunan IMF-WB. Adapun, dia mengklaim tahapan tersebut sejauh ini sudah cukup bagus dilaksanakan. "Kalau overall semua sudah bagus," kata Luhut.

(Baca: Pemerintah Bidik Tiga Target dari Pertemuan IMF-World Bank 2018)

Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan ada empat infrastruktur yang disiapkan untuk perhelatan IMF-World Bank tahun depan. Keempatnya adalah jalan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, pekerjaan gedung VVIP Bandara Ngurah Rai Bali, hingga penambahan apron pesawat.

Dari keempatnya, yang paling diprioritaskan adalah underpass Ngurah Rai untuk mengurai kemacetan parah di simpang ini. "Paling tidak Agustus tahun depan bisa rampung," katanya.

Pembangunan infrastruktur ini rencananya akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan pelat merah. TPA Suwung, Denpasar, rencananya akan menggandeng PT. PLN (Persero), atas usulan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Tujuannya untuk mengurangi beban perusahaan lokal dalam mengelola sampah dalam jumlah besar.

(Baca: PLN Akan Bangun Sistem Kelistrikan Bali Saingi Singapura)

Sementara untuk pembangunan VVIP serta apron bandara akan dikerjakan oleh BUMN operator bandara yakni PT Angkasa Pura I (Persero). Pembangunan VVIP sedang berjalan karena kondisi bangunan yang sangat tua dan membutuhkan peremajaan secepatnya. "Kalau apron sempat dikerjakan supaya banyak pesawat masuk dan parkir," ujar Pastika.

Mangku Pastika mengatakan total kebutuhan untuk menyelenggarakan pertemuan IMF-World Bank ini mencapai Rp 1 triliun. Namun, dia menjelaskan anggaran tersebut tidak semata bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali karena melibatkan Kementerian dan Lembaga negara lainnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan