Toys ‘R’ Us Eropa, Australia dan Asia tidak menjadi bagian dari restrukturisasi yang dilakukan di Amerika.
Toys 'R' Us
Laman Toys 'R' Us mengadakan obral hingga 50% untuk kostum dan peralatan Halloween, Rabu (20/9). Jaringan toko mainan ini baru saja mengumumkan kebangkrutan di Amerika dan Kanada. Katadata

Toys 'R' Us, perusahaan ritel penjual mainan berskala global telah menyatakan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Namun, jaringan mereka di Eropa, Australia dan Asia masih aman.

Pengajuan dokumen pailit memungkinkan Toys 'R' Us melakukan restrukturisasi utang sebesar US$ 400 juta yang akan jatuh tempo pada tahun depan. Namun, beberapa bank seperti JP Morgan Chase & Co, Barclays Plc, Goldman Sachs Group Inc, dan Wells Fargo & Co dikabarkan telah menawarkan pembiayaan bagi hingga lebih dari US$ 3 miliar selama Toys 'R' Us melalui masa bangkrut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Pembiayaan tersebut dapat menjamin para vendor seperti Lego dan Barbie tetap mendapatkan pembayaran produk yang telah dipesan di musim liburan tahun ini.

(Baca juga:  ITC Mulai Sepi, Deretan Mal Berkonsep Gaya Hidup Sedot Pengunjung)

"Kami berharap kendala finansial bisa diatasi dengan efektif bersama dengan investor, tujuan kami bersama dengan para kreditor tersebut yakni untuk merestrukturisasi utang jangka panjang senilai US$ 5 miliar di neraca kami," ujar Chief Executive Officer Toys 'R' Us Dave Brandon dilansir Reuters, Selasa (19/9).

Dikutip dari BBC, Toys 'R' Us pernah menjadi pemain dominan di pasar mainan AS. Namun kini, gerai mainan itu harus berjuang melawan rival yang lebih besar dari e-commerce seperti Amazon.

GlobalData Retail memperkirakan, pada 2016 sekitar 13,7% dari semua penjualan mainan dilakukan secara online. Angka itu naik dari 6,5% lima tahun yang lalu.

Untuk sementara, kondisi tersebut hanya berlaku di Amerika dan Kanada. Operasi perusahaan di Eropa bukan bagian dari proses kebangkrutan dan Toys R Us. Maka, toko-toko mainan mereka di Inggris akan tetap beroperasi normal. Begitu juga operasi mereka di Australia.

(Baca juga: Dilirik Alibaba hingga Amazon, Begini Persaingan e-Commerce Indonesia)

Selain itu, Toys 'R' Us di Asia juga masih aman. “Toys ‘R’ Us Asia Ltd. bukan bagian dari restrukturisasi finansial Toys ‘R’ Us Inc. AS,” kata pihak Toys ‘R’ Us Asia dalam pernyataannya.

Toys 'R' Us Asia dan anak perusahaannya mengoperasikan 226 gerai di Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Makau dan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina.

Pada bulan Maret 2017, Toys 'R' Us jepang berhasil diintegrasikan ke dalam Toys 'R' Us (Asia) yang menambahkan lebih dari 161 toko ke jaringan toko mainan pan-Asia.

Artikel Terkait
Survei BPS, dari 10 ribu keluarga, terdapat 14,32% masyarakat yang pernah berbelanja produk lewat sistem digital.
Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang masih menjadi mitra dagang utama Indonesia.
Sementara kapal berkapasitas industri besar dilarang nemerima subsidi, termasuk untuk bahan bakarnya.