Setya Novanto Pulang dari RS, Kembali Dicegah ke Luar Negeri

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

3/10/2017, 14.55 WIB

Untuk kepentingan pemeriksaan, KPK telah mengajukan perpanjangan permintaan pencegahan Setya Novanto ke luar negeri.

setya novanto
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
KPK kembali mencegah Setya Novanto ke luar negeri.

Ketua DPR RI Setya Novanto telah dinyatakan sembuh dan keluar dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin (2/10) malam. Novanto telah pulang atas seizin dokter yang merawatnya. "Betul, kurang lebih pukul 20.00 WIB," kata Kepala Humas Rumah Sakit Premier Jatinegara Sukendar ketika dihubungi Katadata, Selasa (3/10).

Setya Novanto menjalani perawatan sejak 18 September 2017. Di RS Premier dia menjalani operasi jantung dan kemudian mendapat perawatan di Intensive Cardiology Care Unit (ICCU). "Pak Setya Novanto dirawat di RS Premiere Jatinegara selama kurang lebih dua minggu," kata Sukendar.

Kepulangan Setya Novanto selang tiga hari dari kemenangannya pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (29/9). Hakim Tunggal Praperadilan Cepi Iskandar memutuskan tidak sahnya penetapan tersangka Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setelah kekalahan dalam sidang praperadilan, KPK menyiapkan langkah untuk kembali memeriksa Setya Novanto. Untuk memperlancar kepentingan pemeriksaan, KPK telah mengajukan perpanjangan permintaan pencegahan Setnov ke luar negeri.

"Perpanjangan pencekalan itu berarti masih banyak informasi yang dibutuhkan oleh KPK dari beliau," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif kepada wartawan, hari ini.

Pencekalan Setya Novanto telah disampaikan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sejak Senin, 2 Oktober 2017. 

"Surat ditandatangani oleh Ketua KPK, isinya pencegahan pelarangan ke luar negeri atas nama Pak SN untuk kasus pengadaan KTP Elektronik," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Dirjen Imigrasi Agung Sampurno, seperti dikutip Antaranews.

Agung menjelaskan pencekalan akan berlaku selama enam bulan dengan batas waktu hingga April 2018. Sebelumnya KPK telah meminta pencegahan ke luar negeri untuk Setya Novanto, pada 10 April 2017 dan akan habis masa berlakunya pada 10 Oktober 2017.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan