Hampir Habis, Obral Cuci Gudang Lotus Masih Diserbu Pembeli

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria Mutiara Fajrin

25/10/2017, 11.11 WIB

Lotus Sarinah bakal ditutup pada akhir bulan. Namun, bukan tak mungkin tutup lebih awal jika barang-barang diskon terjual lebih cepat.

Sale
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Lotus Departemen Store akan menutup seluruh gerainya di Indonesia pada akhir bulan ini. Sebelum tutup, Lotus mengadakan sale besar-besaran untuk berbagai produk yang dijualnya.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) telah mengkonfirmasi rencana penutupan tiga gerai Lotus Departement Store. Salah satu dari ketiga gerai terakhir itu berada di Sarinah, di mana manajemen menawarkan potongan harga hingga 80% untuk cuci gudang.

Pengunjung pun berdatangan. Di lantai satu, orang memilah dari apa yang tersisa di rak dan tumpukan keranjang obralan. Antrean di kasir mengular oleh mereka yang memborong. Meski, beberapa ruang sudah tampak kosong.

Devy MN, seorang petugas keamanan menyatakan, dirinya harus lembur di hari-hari terakhir Lotus. “Selama seminggu belakangan ramai,” katanya, Selasa (25/10).

Tak hanya di lantai dasar, suasana lantai dua bahkan lebih “meriah”. Di sana, pengunjung sampai harus antre hanya untuk masuk ke area penjualan aneka produk Sport Station. Seperti yang terjadi di Grand Indonesia beberapa waktu lalu, sepatu Nike rupanya masih menarik pembeli. Bedanya, di Lotus, beberapa produk lain seperti New Balance, Converse hingga Reebok turut banting harga.

Begitu panjang antrean di waktu pulang kerja itu, manajemen sampai berinisiatif untuk membatasi pengunjung Sport Station. Bagi yang sudah masuk, waktu memilih dibatasi hanya 10 menit. Sementara pintu utama Lotus Sarinah juga ditutup agar hanya pengantre yang sudah di dalam dapat berbelanja.

Lieke, seorang pengunjung menyatakan suasana ini kontras dengan saat terakhir kali ke Lotus Sarinah pada Agustus 2017 lalu. “Terakhir ke Sport Station sepi, benar-benar hanya ada saya saja,” tuturnya.

Seorang pegawai yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, PT Mitra Adi Perkasa (MAP) sebagai pemilik akan mengganti Lotus dengan brand mereka yang lain. Namun sebelum itu, manajemen akan menjalankan renovasi.

Sebagai department store yang lokasinya strategis, desain interior lantai 2 menurutnya membuat banyak calon pembeli mundur. “Siapa yang mau beli? Atapnya pendek dekat banget dengan kepala,” kata pegawai tersebut.

Menurutnya, Lotus bakal ditutup pada akhir bulan. Namun, jika barang-barang terjual sebelum tanggal 31 Oktober, bukan tidak mungkin gerai ditutup lebih cepat.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan