Jokowi Bahas Hambatan Bisnis dengan Pemilik Grup Lippo dan Sinarmas

Penulis: Ameidyo Daud Nasution

Editor: Pingit Aria Mutiara Fajrin

26/10/2017, 17.53 WIB

Pertemuan Jokowi dengan para pengusaha ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional Kadin beberapa waktu lalu, yang mempersoalkan dominasi BUMN.

CEO Lippo Group James Riyadi
Donang Wahyu|KATADATA
CEO Lippo Group James Riyadi

Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendatangi Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis sore (26/10). Kedatangan para pengusaha ini untuk membahas beberapa kendala bisnis yang mereka hadapi.

Di antara pengusaha yang hadir adalah pemilik Sinarmas Group Franky Widjaja, dan pemilik Grup Lippo James Riady. Selain itu, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto serta beberapa pengusaha lain juga tampak bersama mereka.

"Ini lanjutan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin. Saya sampaikan apa yang menjadi kendala," kata Rosan merujuk janji Jokowi yang akan menggelar pertemuan lanjutan dengan Kadin pada Rakernas lalu.

Sementara dari pihak Istana ada sembilan menteri bidang ekonomi turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan ini. "Ini menujukkan keseriusan Pemerintah," kata Rosan.

Di antara anggota kabinet yang tampak hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hingga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Sebelumnya, Rosan dalam Rakernas Kadin menyinggung dominasi BUMN di proyek pemerintah. Bahkan dirinya mengklaim, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pun turut serta 'dijajah' perusahaan pelat merah. "Katering dan cuci pakaian misalnya, itu diambil sama anak cucu usaha mereka. Maka kami minta BUMN kembali ke inti bisnisnya," ujar Rosan.

Menteri BUMN, Rini Soemarno pun sempat tersinggung lantaran hal tersebut menurutnya tidak sesuai dengan fakta. Rini mengatakan selama ini BUMN justru membantu perkembangan UMKM. “Jadi saya tersinggung, sangat tersinggung. Saya tanya UMKM yang mana," ujarnya beberapa waktu lalu.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan