Peserta Lelang Gula Wajib Setor Jaminan 5% dari Harga Pemesanan

Penulis: Michael Reily

Editor: Safrezi Fitra

2/11/2017, 13.54 WIB

“Nantinya jaminan bakal dikembalikan jika tidak menang, kalau menang pembeli tinggal bayar sisanya sebesar 95%,” kata Bachrul

kemasan gula rafinasi
ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menjelaskan tiap calon pembeli dalam lelang gula rafinasi wajib membayar jaminan sebesar 5 persen dari harga pemesanan. Uang jaminan yang dibayarkan kepada PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) lewat lembaga kliring ini untuk menunjukkan keseriusan peserta lelang.

“Nantinya jaminan bakal dikembalikan jika tidak menang, kalau menang pembeli tinggal bayar sisanya sebesar 95%,” kata Bachrul di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/11).

Dia mencontohkan, jika ada lelang 100 ton gula rafinasi dengan harga tertinggi Rp 10 ribu per kilogram. Jaminannya sebanyak Rp 50 juta rupiah untuk setiap calon pembeli. Sehingga, PKJ akan menyimpan banyak jaminan sebelum lelang dilakukan. Setelah lelang, dana jaminan peserta yang kalah akan dikembalikan.

Sampai awal November ini, sudah ada 472 unit usaha yang terdaftar oleh Bappebti. Rinciannya, sebanyak 279 unit usaha yang tergolong industri kecil dan menengah (IKM), 113 koperasi, dan 80 kelompok usaha kecil. Jumlah pembeli bakal terus bertambah karena sosialisasi terus dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.

Lelang gula rafinasi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu gula kristal rafinasi untuk kadar keputihan di bawah 45, gula kadar keputihan di bawah 80, dan gula spesifik yang khusus. Pelelangan tidak akan dikenakan biaya, kecuali untuk pemesanan gula spesifik yang khusus.

“Kami ingin lelang gula menjadi transparan,” ujar Bachrul. (Baca: Tak Hanya KPK, KPPU dan DPR Turut Kawal Lelang Gula Rafinasi)

Pengawasan 11 perusahaan distribusi impor gula rafinasi yang tergabung dalam Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) kan dilakukan oleh surveyor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sucofindo (Persero). Untuk pengiriman, pemerintah juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia karena jaringan luas dan tarifnya terjangkau.

Harga pengiriman gula rafinasi berjumlah 1-5 ton juga akan diberikan potongan sebanyak 20 persen hanya untuk IKM, koperasi, dan kelompok usaha kecil. Alasannya, untuk menyediakan kebutuhan usaha yang baru berkembang.

Direktur PKJ Jansen Tri Utama mengungkapkan pihaknya hadir untuk memberikan kesempatan industri kecil maupun besar supaya bisa bersaing. PKJ hanya menyediakan platform digital sebagai bentuk kemudahan akses. “Pemerintah mengawasi dan produsen yang tetap melakukan importasi, penyimpanan, dan distribusi,” kata Jansen.

(Baca: Tolak Lelang Gula Rafinasi, Faisal Basri Usul Berdayakan Bulog)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan