Hingga 2026, Pemerintah Tambah 2.837 MW Pembangkit Listrik di Aceh

Penulis: Arnold Sirait

9/11/2017, 11.06 WIB

Jadi, tahun 2026 diproyeksikan penjualan listrik di Aceh bisa mencapai 7.223 Gigawatt per hour (GWH),

Listrik
Katadata | Arief Kamaludin
ilustrasi pembangkit listrik

Jumlah pembangkit listrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan meningkat 2.837 MW hingga tahun 2026. Alasannya karena kebutuhan listrik di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu diprediksi tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.

Ada beberapa faktor yang mendasari adanya pertumbuhan konsumsi listrik di Aceh. “Proyeksi peningkatan 10 tahun mendatang ini berdasarkan realisasi pengusahaan lima tahun terakhir dan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, demografi penduduk, serta peningkatan rasio elektrifikasi,” dikutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (9/11).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 2017-2026, penjualan listrik NAD bisa meningkat rata-rata 11,7% per tahun. Jadi, tahun 2026 diproyeksikan penjualan listrik di sana bisa mencapai 7.223 Gigawatt per hour (GWH), dari 2.678 GWh pada tahun 2017.

Pertumbuhan itu lebih besar dari lima tahun terakhir yakni hanya bisa 8,8% per tahun. Adapun realisasi pertumbuhan listrik tahun 2016 sebesar 2.330 GWh.

Proyeksi kebutuhan listrik itu membuka peluang investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik hingga tahun 2026, maka perlu tambahan pembangkit listrik sebesar 2.837 MW, Gardu Induk sebesar 3.790 MVA, dan transmisi sepanjang 3.625 kms. 

Di sisi lain, Aceh juga memiliki potensi sumber energi primer yang terdiri dari beberapa sumber. Di antaranya adalah sumber air sebesar 1.655 MW di 18 lokasi, panas bumi (1.307 MWe) di 19 lokasi, minyak (151 MMSTB), gas (6,39 tscf) dan batubara (451 juta ton). 

Rasio elektrifikasi di Nanggroe Aceh Darussalam juga sudah mencapai 96,94%. Angka itu lebih tinggi dari rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08%.

Saat ini sebesar 601 MW kapasitas pembangkit listrik telah terpasang di NAD, dengan sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Utara-Aceh. Sementara, sistem isolated Aceh memiliki tegangan distribusi 20 kV.

(Baca: Pasokan Gas Terhenti, PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Aceh)

Selain itu, wilayah pantai Timur Aceh, Meulaboh dan sekitarnya dipasok dari sistem interkoneksi 150 kV. Sedangkan sistem kelistrikan 20 kV memasok wilayah pantai barat dan tengah Aceh.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan