Kadin Lobi Hyundai Agar Pindahkan Pabrik dari Vietnam ke Indonesia

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

Kamis 9/11/2017, 19.14 WIB

Dalam waktu dekat, pabrik Hyundai di Bekasi akan memproduksi dua jenis mobil baru.

hyundai elantra
Katadata

Para pengusaha berusaha memanfaatkan kedatangan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk menarik investasi di bidang otomotif. Kamar Dagang Industri (Kadin) melobi Hyundai agar memindahkan investasi Hyundai dari Vietnam ke Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Shinta Kamdani menyatakan Indonesia punya sejarah panjang dengan Korea Selatan. “Kami (Kadin dan pemerintah) mesti memberikan mereka karpet merah, mendorong investasi mereka untuk lebih banyak,” kata Shinta kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/11).

Karpet merah yang dimaksud adalah penghilangan 4 masalah yang disebut sebagai penghambat investasi, yaitu faktor peraturan, ketenagakerjaan, pajak, dan infrastruktur. (Baca juga:  Menperin Bujuk Lotte untuk Percepat Investasi Kimia)

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto langsung akan menindaklanjuti pembicaraan tentang investasi Hyundai di Indonesia. Menurutnya, Korea Selatan seharusnya sudah meningkatkan ke investasi dalam sektor otomotif. “Tentu akan kami follow-up, nanti kami bicara dengan pihak Hyundai,” kata Jongkie.

Hanya, dia juga tidak mau terburu-buru. Sebab, Korea Selatan harus diyakinkan juga dengan investasi Hyundai yang sudah ada di Indonesia. “Kami hanya produksi 1 jenis saja, Hyundai H-1 di pabrik dalam negeri untuk domestik dan ekspor,” ujar Jongkie.

Ia mengklaim, produk tersebut cukup laku oleh Thailand karena sebagai sesama anggota ASEAN, produk Indonesia bebas bea masuk. Sementara jika Thailand mengimpor langsung dari Korea Selatan bakal dikenakan bea masuk 40%.

Dengan tambahan investasi, Hyundai akan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengekspor produknya ke negara lain. Ia mencatat, saat ini volume ekspor H-1 dalam sebulan sekitar 500 unit, sehingga setahun bisa mencapai lebih dari 5 ribu unit. (Baca juga:  Pemerintah Gandeng Korsel Bangun Akses Air Bendungan Karian)

Sementara, President Director Hyundai Motor Indonesia Mukiat Sutikno menjelaskan dalam waktu dekat perusahaannya sudah diminta untuk membuat 2 produk baru di pabrik Hyundai Bekasi. “Secara kapasitas, pabrik kami bisa 26 ribu setahun, tapi sekarang kan baru 4 ribu hingga 5 ribu unit untuk H-1,” ujar Mukiat.

Moon Jae-in menjelaskan kerja sama antara kedua negara tidak hanya dilakukan oleh pemimpin, namun butuh dukungan pelaku usaha. “Kami harap peran aktif dunia usaha yg lebih besar,” ujar Moon saat membuka forum bisnis yang digelar Kadin, pagi tadi.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha