“KPPIP belum menerima proposal usulan proyek Kasuri untuk masuk program strategis nasional,” kata Rainier.
Rig
Katadata

Rencana proyek Blok Kasuri di Papua menjadi proyek strategis nasional masih belum menemui titik jelas. Bahkan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) sampai saat ini belum menerima proposal usulan dari Kementerian Perindustrian agar proyek Blok Kasuri menjadi proyek strategis nasional.

Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto mengatakan hingga kini belum ada pembahasan mengenai rencana masuknya Blok Kasuri menjadi proyek strategis nasional. “KPPIP belum menerima proposal usulan proyek Kasuri untuk masuk program strategis nasional,” kata dia kepada Katadata, Selasa (14/11).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sebelumnya, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan sudah mengusulkan Blok Kasuri menjadi proyek strategis nasional ke KPPIP. “Dengan masuk menjadi proyek strategis, itu bisa dipercepat karena diambil alih pemerintah," kata dia di Jakarta, Selasa (17/10).

Menurut Khayam peluang Blok Kasuri masuk program strategis nasional memang terbuka karena pemerintah tengah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 tahun 2017.  KPIP pun telah memberi sinyal menyetujui proyek itu masuk dalam program strategis. Hanya keputusan itu ada masih menunggu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Setelah masuk proyek strategis, proyek ini akan diawasi oleh KPPIP, termasuk mencari pembeli. "Nanti ditentuin harganya, kalau ada yang berminat silakan ikut lelang, nanti aturannya ada di KPPIP," kata Khayam.

Pembeli gas memang menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Blok Kasuri. Calon pembeli seperti PT Pupuk Indonesia, LG, dan Ferrostaal meminta harga US$ 4 per mmbtu, sementara genting Oil menginginkan harga sebesar US$ 5,21 per mmbtu. Alhasil, pengembangan Blok Kasuri belum berjalan sejak 2015 lalu.

(Baca: Kementerian Perindustrian Usul Blok Kasuri Masuk Proyek Strategis)

Nantinya, Blok Kasuri bisa memproduksi gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Saat ini, Genting Oil sebagai operator blok itu telah mengeluarkan investasi US$ 900 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengebor 10 sumur eksplorasi pada tiga lapangan, yakni  Merah,  Asap, dan Kido.

Artikel Terkait
"Siapa yang punya infrastruktur terbesar bisa mengelola lebih banyak wilayah," kata Adi.
Dana itu akan digunakan untuk mengebor lima sumur dan membangun dua anjungan (platform) di Lapangan Sidayu.
Jadi komitmen pasti eksplorasi bisa dipindahkan ke blok lain asal masih milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tersebut.