Pegadaian Targetkan Pertumbuhan Laba 8,7% Tahun Depan

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

21/11/2017, 15.50 WIB

Pendapatan ditargetkan naik 14 persen menjadi Rp 12,5 triliun

Pegadaian
Agung Samosir|KATADATA

PT Pegadaian (Persero) menargetkan perolehan laba usaha tahun depan sebesar Rp 3,7 triliun, naik 8,7% dari proyeksi tahun ini Rp 3,4 triliun. Untuk mengejar target ini, perseroan akan menggenjot pendapatan dan memperbanyak jumlah nasabah.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso menjelaskan, total pendapatan usaha yang diproyeksikan sampai akhir tahun ini sebesar sebesar Rp 10,77 triliun. Hingga akhir Oktober 2017, total pendapatan usaha Pegadaian telah mencapai Rp 8,67 triliun. Pendapatan usaha tahun depan ditargetkan tumbuh 14 persen menjadi Rp 12,5 triliun.

"Pegadaian masih memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui pinjaman baik dengan skema kredit perbankan maupun instrumen keuangan lainnya," ujar Sunarso saat konferensi pers, di Hotel DoubleTree, Jakarta, Selasa (21/11).

Sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini, Pegadaian telah menyalurkan kredit sebesar Rp 105 triliun. Secara rinci, pencapaian tersebut dikontribusikan oleh layanan Pegadaian berupa pembiayaan gadai dan mikro fiducia sebesar Rp 104,5 triliun, perdagangan emas melalui jual/beli sebesar Rp 813 miliar dan sertifikasi sebesar Rp 100 juta. Sementara, jasa lainnya sebesar Rp 30 miliar. Tahun depan penyalurannya ditargetkan bisa mencapai Rp 142 triliun.

Sunarso mengaku dalam tiga tahun terakhir, jumlah nasabah Pegadaian terus mengalami peningkatan. Dari 7,6 juta nasabah pada 2015 naik 24,5 persen menjadi 9,5 juta pada tahun ini. Targetnya pada tahun depan jumlah nasabah Pegadaian bisa mencapai 11,5 juta.

Total liabilitas perusahaan hingga akhir tahun ini diproyeksikan sebesar Rp 32,09 triliun, meningkat jika dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp 30,40 triliun dan tahun 2015 sebesar 26,63 triliun. Sedangkan, hingga Oktober 2017 total liabilitas telah mencapai Rp 30,16 triliun.

Meskipun demikian, kondisi keuangan perusahaan diklaim masih sangat kuat dengan total ekuitas pada akhir 2017 yang diproyeksikan sebesar Rp 18,18 triliun atau meningkat jika dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 16,48 triliun dan tahun 2015 sebesar 12,53 triliun. Sementara, hingga Oktober 2017, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 17,93 triliun. Sementara total aset yang diproyeksikan sebesar Rp 50,2 trilliun tahun ini, ditargetkan bisa mencapai Rp 57,4 triliun pada 2018.

Saat ini, operasional Pegadaian didukung oleh lebih dari 4.300 outlet dan lebih dari 26.000 karyawan. Sunarso mengatakan keuangan Pegadaian dalam posisi yang sangat kuat dengan rasio utang terhadap aset (debt to aset) yang masih di kisaran 0,63 kali per Oktober 2017. Sementara rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity) sebesar 1,68 kali.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan