Kemenperin Fasilitasi 70 IKM Pasok Komponen Otomotif ke APM

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

12/12/2017, 12.19 WIB

Strategi kemitraan dianggap salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM yang mandiri.

Pabrik otomotif
Arief Kamaludin|KATADATA
Kegiatan industri perakitan kendaraan.

Kementerian Perindustrian memfasilitasi 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif dari beberapa sentra di Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok Agen Pemegang Merek (APM). Langkah ini dimaksudkan agar IKM dan industri besar dapat saling bersinergi sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

“Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainya sehingga lebih berdaya saing,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM di Kemenperin, Jakarta, Senin (11/12).

(Baca: Industri Otomotif Butuh Tambahan Pasokan Baja)

Saat ini, terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Klaten, Purbalingga, Sidoarjo, Juwana, Pasuruan, Sukabumi, dan Bandung. Selanjutnya, sekitar 123 IKM tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Adapun, 70 IKM komponen otomotif yang ikut serta dalam kegiatan link and match ini berasal dari sentra-sentra IKM logam di Kabupaten Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pasuruan, Jabodetabek serta IKM yang tergabung dalam PIKKO dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Mereka bekerja sama dengan Pemasok APM, antara lain PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Honda Motor.

(Baca: Mandiri Tunas Finance Incar Kembali Sindikasi Pinjaman US$ 150 Juta)

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM komponen otomotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen otomotif akan mendorong pula pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan kemauan yang kuat dari semua pihak dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong IKM yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” imbuhnya.

Airlangga mengatakan, industri otomotif saat ini berkembang cukup positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2017 mencapai 715.291 unit. Angka tersebut meningkat 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 690.200 unit.

Adapun, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit atau relatif stabil dengan tahun sebelumnya. “Strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM yang mandiri,” tegas Airlangga.

(Baca: Toyota Butuh Infrastruktur dan Regulasi Mobil Listrik di Indonesia)

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Endang Suwartini berharap terjalinnya komunikasi antara pelaku usaha IKM dengan supplier APM melalui kegiatan ini. Endang juga berharap terbukanya akses pasar bagi produk IKM di industri otomotif dalam negeri.

Selain itu, Endang berharap acara ini dapat menjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi permesinan, peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu maupun peluang pasar. "Serta terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan antara IKM dan pemasok APM," kata Endang.

Sebelumnya Kemenperin telah melaksanakan kegiatan link and match antara IKM dengan Industri Besar pada 26 Januari 2017. Kemenperin juga melakukan kegiatan link and match Komponen Otomotif dengan Tier 1 yang telah menghasilkan beberapa kesuksesan temu bisnis di antaranya PT. Dharma Polimetal bermitra dengan 2 IKM dari Tegal (PT. Gaya Teknik Logam dan PT. FNF Metalindo), PT. Polytron dengan 1 IKM dari Tegal (PT. Gemilang Lestari Tekindo) dan PT. Berdikari Metal Engineering dengan dari Tegal (PT. Gaya Teknik Logam, PT. FNF Metalindo, PT. Mira Fix Manufactur, dan UD. Berkah).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan