Produksi Blok Cepu Akan Bertambah Mulai 2019

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

13/12/2017, 12.50 WIB

Dengan beroperasinya Lapangan Kedung Keris, produksi Blok Cepu berpotensi mendapat tambahan hingga 10 ribu barel per hari (bph).

Blok Cepu
Katadata

Produksi minyak bumi di Blok Cepu berpotensi meningkat. Penyebabnya, ada tambahan produksi dari Lapangan Kedung Keris yang ditargetkan beroperasi mulai tahun 2019.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan proyek Lapangan Kedung Keris akan memulai konstruksi tapak sumur dan jalur pipa mulai tahun depan. Jadi, nantinya minyak dari sumur di Lapangan Kedung Keris akan mengalir melalui pipa yang terhubung ke fasilitas pemrosesan pusat lapangan Banyu Urip.  

Dengan beroperasinya Lapangan Kedung Keris, produksi Blok Cepu berpotensi mendapat tambahan hingga 10 ribu barel per hari (bph). “Kami berharap bertambah,” kata Erwin, di Jakarta, Selasa (12/12).

Adapun, hingga awal November lalu, produksi Blok Cepu yang berasal dari Lapangan Banyu Urip mencapai 208 ribu barel per hari. Sementara, Juli lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyetujui peningkatan produksi Cepu hingga mencapai 220 ribu bph.

Menurut Erwin, ExxonMobil juga belum berencana meningkatkan produksi di Blok Cepu hingga 300 ribu barel per hari (bph). Alasannya untuk mencapai level itu, perusahaannya akan membutuhkan tambahan fasilitas yang lebih besar, sehingga investasinya juga akan lebih besar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pernah berharap ExxonMobil meningkatkan produksi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu hingga 300.000 barel per hari (bph) dari semula sekitar 200.000 bph. Hal itu disampaikan saat Menteri ESDM Ignasius Jonan lawatan ke Houston, Amerika Serikat. 

(Baca: Jonan Dorong ExxonMobil Kerek Produksi Cepu Hingga 300 Ribu Bph)

Di sisi lain, cadangan Blok Cepu juga meningkat hingga 709 juta barel. Angka ini meningkat dari proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) yang hanya 450 juta barel.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan