Kerja Sama Dagang Indonesia - Cile Guna Dorong Ekspor ke Amerika Latin

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

15/12/2017, 09.26 WIB

Cile merupakan negara Amerika Latin pertama yang menjalin kesepakatan dagang dengan Indonesia.

Cile
Kemendag
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) dan Menteri Luar Negeri Cile, Heraldo Munoz (tengah) saat menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di Santiago, Cile, Kamis (14/12).

Indonesia dan Cile sepakat untuk menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang telah diinisiasi sejak 2006. Ini merupakan perjanjian dagang pertama yang dijalin Indonesia dengan negara Amerika Latin.

Cile akan dijadikan mitra strategis sekaligus pintu masuk ekspor ke Amerika Latin. "Penandatanganan IC-CEPA sesuai target kedua negara untuk menyelesaikan perundingan di tahun 2017," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan resmi dari Santiago, Cile, Kamis (14/12).

Enggar menyatakan, setelah sempat terhambat, negosiasi kembali diintensifkan sejak Februari dan berhasil diselesaikan pada pertengahan November 2017. Penandatangan dilakukan di Kantor Kementerian Luar Negeri Cile.

Selain penandatanganan CEPA, kunjungan delegasi Indonesia ke Cile adalah untuk melakukan misi dagang. Rangkaian kegiatan misi dagang mencakup pertemuan bilateral, forum bisnis, dan kunjungan ke tempat importir.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagagangan Arlinda menyampaikan, pelaku usaha mesti memanfaatkan momentum CEPA. "Misi dagang menjadi kesempatan Indonesia dan Cile untuk bersinergi dan berkolaborasi sehingga hubungan bisnis kedua negara menjadi lebih kuat," ujarnya.

(Baca juga: Perundingan Dagang dengan Australia, Cile dan Eropa Dikebut Bulan Ini)

Menurutnya, pelaku usaha Indonesia belum banyak memahami pasar Amerika Latin. Sehingga, pendorongan kontak dagang merupakan langkah yang harus dilakukan secara intensif.

Misi dagang ke Chile membawa tujuh pelaku usaha yang mencakup sektor kelapa sawit, biodiesel, kendaraan dan peralatan militer, furnitur dan dekorasi rumah, serta jasa keuangan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja perdagangan Indonesia-Cile tahun 2016 sebesar US$ 227,2 juta. Walaupun tahun lalu Indonesia mencatat surplus, namun tren perdagangan dengan Cile dalam lima tahun terakhir (2012-2016) mengalami penurunan sebesar 12,1%.

(Baca juga: Jokowi Targetkan Perjanjian Dagang dengan Cile Rampung Tahun Ini)

Sementara, hingga triwulan ketiga 2017, total perdagangan mencapai US$ 218,8 juta, meningkat 27% dibanding periode sebelumnya yang hanya US$ 175,8 juta.

Komoditas ekspor Indonesia ke Cile tahun lalu di antaranya adalah sepatu, mesin, reaktor nuklir, tekstil, mesin elektrik, perekam suara, dan televisi. Sedangkan impornya merupakan tembaga, getah kayu, kertas, pakanternak, buah dan kacang, serta minyak nabati.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan