PLN Targetkan Kapasitas Pembangkit EBT Bertambah 454 MW Tahun Depan

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

21/12/2017, 20.06 WIB

Salah satu pembangkit EBT yang akan beroperasi Januari 2018 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)/Angin di Sidrap Sulawesi Selatan.

Pembangkit Listrik Tenaga Air, Kracak, Bogor
Arief Kamaludin|KATADATA
ilustrasi

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) /PLN menargetkan ada penambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan/EBT sebesar 454 Megawatt (MW) tahun depan. Ini sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2017-2026.

Kepala Divisi EBT PLN Tohari Hadiat mengatakan penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT 454 MW terdiri dari beberapa jenis sumber energi. Perinciannya adalah pembangkit panas bumi (PLTP) 165 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 112 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 87 MW. Sisanya merupakan Pembangkit yang berasal dari sampah, Surya, dan biofuel.

Salah satu  pembangkit EBT yang akan beroperasi Januari 2018 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)/Angin di Sidrap Sulawesi Selatan dengan kapasitas 70 MW.  "Itu berdasarkan RUPTL 2017-2026," kata Tohari di Jakarta, Kamis (21/20).

Adapun per September 2017, kapasitas terpasang pembangkit EBT sudah mencapai 6.370 MW, dengan dominasi dari pembangkit tenaga hidro dan panas bumi. Padahal kapasitas total pembangkit yang ada di Indonesia mencapai 52 ribu MW.

Tohari mengatakan ke depan, PLN akan terus berupaya meningkatkan jumlah pembangkit EBT. Tujuannya  untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. 

Di sisi lain, menurut Tohari, ada sejumlah kendala yang dihadapi PLN maupun pengembang dalam membangun proyek EBT. Salah satunya adalah mengenai daya listrik yang dihasilkan pembangkit EBT belum bisa 24 jam (Intermitten).

Misalnya pembangkit berbasis Surya di Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini rencananya akan dikembangkan anak usaha PLN yakni PT Pembangkitan Jawa Bali dan Masdar yang merupakan perusahaan asal Uni Emirat Arab.

Hingga kini PJB dan Masdar masih mengkaji teknis penyaluran listrik dari pembangkit Surya Cirata ke sistem listrik Jawa-Bali PLN. Kajian ini penting lantaran pembangkit tenaga surya belum tentu mendapatkan sinar matahari yang cukup setiap hari.

(Baca: PLN Beli Listrik 291 MW dari Pembangkit Energi Baru Terbarukan)

Untuk itu perlu kajian teknis seperti aspek teknologi mumpuni agar pasokan dari listrik yang dihasilkan dari pembangkit EBT bisa optimal diterima dengan baik di jaringan listrik PLN. Ini untuk menghindari adanya black out atau pemadaman  secara total.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan