Potong Rantai Distribusi, Kementan Luncurkan E-Commerce Toko Tani

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

22/12/2017, 20.44 WIB

Aplikasi e-commerce ini belum menjangkau konsumen akhir.

ilustrasi pasar tradisional
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan aplikasi Toko Tani Indonesia (TTI) Online. Sistem bank data produksi dan transaksi ini bakal memotong rantai distribusi dan biaya dari petani hingga gerai Toko Tani yang ada.

Peluncuran dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi. Agung menjelaskan sistem online ini akan memudahkan distribusi produk pertanian dari Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) ke TTI.

TTI nantinya dapat langsung memesan produk pertanian secara online melalui sistem ini. Menurut Agung hal ini akan menghemat biaya, meski dia belum menyebut berapa efisiensi yang akan dicapai. "Jadi kami potong rantai pasoknya," ujar Agung saat peluncuran di TTI Center, Jakarta, Jumat (23/12).

(Baca juga: Ada Cuaca Ekstrem, Jokowi Minta Jaga Harga Pangan Akhir Tahun)

Kementan juga melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia dalam elektronifikasi pemesanan ini. Agung menjelaskan, BRI nantinya akan menjadi penjamin dengan membayar pemesanan ke Gapoktan terlebih dahulu. Nantinya beban utang akan dibayarkan oleh TTI kepada bank plat merah tersebut.

Sedangkan untuk uji cobanya, program ini akan dimulai di wilayah Jabodetabek terlebih dahulu. Namun nantinya tidak tertutup kemungkinan e-commerce ini akan diterapkan di seluruh Indonesia. Apalagi hingga saat ini ada 2.433 Toko Tani serta 898 Gapoktan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kalau berjalan baik tinggal kami copy-paste saja di daerah lain," kata Agung.

Namun Agung menjelaskan fasilitas ini belum akan menghubungkan langsung konsumen akhir dengan Gapoktan sebagai pemasok. Namun, Kementan saat ini sudah menjalin kerja sama dengan salah satu moda transportasi online yakni Go-Jek untuk mengantarkan barang dari Toko Tani hingga masyarakat.

(Baca juga: Patokan Harga Beras Berpotensi Meningkatkan Angka Kemiskinan)

Kepala Pengembangan Bisnis Mikro BRI Sony Harsono menambahkan, selain model pembiayaan penunjang Gapoktan dan TTI, pihaknya juga tetap berkomitmen memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani komoditas budi daya. "Serta terintegrasi dengan TTI," ujar dia.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan