IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6.355, Jokowi: Ini di Luar Perkiraan

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Martha Ruth Thertina

29/12/2017, 18.07 WIB

Indeks tercatat melesat 19,99% sepanjang tahun ini. Kapitalisasi pasar capai Rp 7.000 triliun.

Jokowi BEI
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan dialog dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/7).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 0,66% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 6.355 pada penutupan perdagangan saham tahun ini, Jumat (29/12). Dengan pencapaian tersebut, maka kenaikan indeks mencapai 19,99% sepanjang tahun ini.

Presiden Joko Widodo mengatakan pencapaian tersebut di luar perkiraan dirinya. “Ini angka yang di luar perkiraan kami semuanya. Dulu banyak yang menyampaikan bisa 6.000 saja,” ucapnya saat menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/12).

Atas nama pemerintah, ia pun mengapresiasi BEI serta para pelaku pasar modal atas pencapaian tersebut. Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil dari usaha bersama untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Secara rinci, mayoritas indeks sektoral mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (29/12), kecuali pertambangan dan perdagangan yang turun masing-masing 0,53% dan 0,49%. Adapun indeks sektoral yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu aneka industri 2,77%, infrastruktur 1,31%, dan Manufaktur 1,22%.

Mengacu pada data RTI, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) di keseluruhan pasar sebesar Rp 336,89 miliar. Namun, laju indeks sepanjang tahun ini tampaknya banyak terbantu aksi beli oleh investor domestik, sebab jika dilihat setahun penuh, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih (net foreign sell) yang cukup besar yakni mencapai Rp 40,53 triliun.

Adapun saat penutupan perdagangan, Direktur Utama BEI Tito Sulistio sempat memaparkan sederet pencapaian gemilang BEI sepanjang 2017. Ia menyebutkan, sebanyak 37 perusahaan melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) tahun ini dan rata-rata mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sampai 2,2 kali. "Ini terbanyak di ASEAN dan memecahkan rekor 1994," ucapnya.

Sedangkan kapitalisasi pasar bursa saat ini disebutnya mencapai Rp 7.000 triliun. Adapun BEI diklaimnya sebagai bursa paling likuid di regional Asia saat ini. Hal itu seiring aktivitas perdagangan yang naik 20%. "Jumlah dana yang berhasil dihimpun juga paling tinggi yakni Rp 802 triliun," kata Tito.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan