Bursa Bitcoin Jepang Diretas, Kerugian Capai Rp 7,12 Triliun

Penulis: Pingit Aria

29/1/2018, 12.38 WIB

Coincheck yang berkantor di Tokyo telah memastikan ganti rugi untuk 260 ribu orang yang terdampak pencurian koin NEM.

Bitcoin
Flickr.com

Bursa uang digital atau cryptocurrency besar di Jepang, Coincheck, mengalami peretasan hingga menyebabkan kerugian setara Rp 7,12 triliun. Peretasan yang terjadi pada Jumat (26/1) sekaligus merupakan peringatan terkait keamanan data dalam dunia cryptocurrency.

Dalam sebuah publikasi di laman resmi Coincheck, perusahaan ini terpaksa menangguhkan semua transaksi cryptocurrency, kecuali bitcoin. “Hari ini beberapa bagian dari service kami telah ditangguhkan. Saya benar-benar meminta maaf untuk ketidaknyamanan Anda semua karena kejadian ini,” ujar Koichiro Wada, Presiden Coincheck seperti dilansir laman ABC, Minggu (28/1).

Sementara Chief Operating Officer (COO) Coincheck, Yusuke Otsuka menyatakan, peretasan terjadi pada Jumat (26/1) sekitar pukul 3 pagi, namun baru diketahui delapan jam kemudian.

(Baca juga: Arsenal Promosikan Cashbet, Mata Uang Digital Ala Bitcoin)

Akibat peretasan itu, Coincheck menelan kerugian kehilangan uang virtual senilai 58 miliar yen Jepang atau sekitar US$ 534 juta dan setara Rp 7,12 triliun. Dilansir Reuters,  Coincheck telah melaporkan aksi peretasan kepada kepolisian serta otoritas keuangan setempat.

Sementara itu, perusahaan yang berkantor di Tokyo tersebut telah memastikan ganti rugi untuk 260 ribu orang yang terdampak pencurian koin NEM. Dalam keterangan resmi di situs mereka, total koin yang dicuri berjumlah 523 juta, dan akan diganti dengan nilai tukar US$ 0,81 per koinnya. Keterangan tersebut tidak menyinggung secara spesifik kapan pembayaran akan mulai dilakukan.

Coincheck menyebut dirinya sebagai "bursa bitcoin dan cryptocurrency terkemuka di Asia." Perusahaan ini dibangun pada tahun 2012 dan berbasis di Tokyo. Per Juli tahun 2017, Coincheck memiliki sekitar 71 karyawan.

Bursa cryptocurrency memang legal di Jepang. Financial Services Agency (FSA) Jepang sudah merilis program perizinan yang mengatur bursa pertukaran cryptocurrency sejak April 2017.

(Baca juga: Aladin Coin, Pesaing Bitcoin yang Diklaim Punya Jaminan Bank)

Kini, FSA disebut akan memberikan sanksi administratif pada Coincheck yang sesuai dengan hukum penyelesaian keuangan. Dikutip Bloomberg, Sekretaris Kabinet Jepang,

Yoshihide Suga menyatakan bahwa hari ini Coincheck akan menerima instruksi perbaikan bisnis.

Insiden Coincheck ini menambah daftar panjang pencurian di bursa perdagangan mata uang digital. Pada 2014 lalu, bursa mata uang digital lainnya di Tokyo, MtGox, kolaps setelah mengalami pencurian senilai US$ 400 juta dari jaringannya.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN