Laju Ekonomi 2017 di Bawah Target, Darmin Lihat Perbaikan Tahun Ini

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

5/2/2018, 20.37 WIB

Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2017 mencapai 5,19%, lebih baik dari tiga kuartal sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,07% pada 2017, meleset dari target pemerintah yaitu 5,2%. Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang perekonomian Darmin Nasution optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sebesar 5,4% bakal tercapai.

“Masih (optimistis) karena ada Pilkada serentak dan ASEAN Games. Mestinya, pengeluaran konsumsi juga membaik,” kata Darmin di kantornya, Senin (5/2). Adapun konsumsi rumah tangga memiliki peran penting sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Konsumsi Masyarakat Lesu, Pertumbuhan Ekonomi 2017 Tertahan 5,07%)

Optimisme tersebut juga dengan melihat perkembangan ekonomi di kuartal IV 2017 lalu. Pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut berhasil mencapai 5,19%, dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nyaris 5%. Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya di 2017. “Kesimpulannya kuartal IV baik,” kata Darmin.

Menurut dia, sepanjang Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan investasi seperti 2017 atau lebih baik, dan meningkatkan pertumbuhan ekspor, maka target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tercapai. Apalagi, belanja pemerintah diyakini bakal tumbuh positif tahun ini. 

“Pengeluaran pemerintah walaupun belum tinggi sekali tapi tahun lalu kan negatif dia. Tahun ini positif,” ucapnya. (Baca juga: Bank Dunia: Pilkada dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi RI 2018)

Lebih jauh, Darmin mengatakan tanda-tanda ekonomi membaik juga tercermin dari kinerja bisnis di berbagai sektor. “Yang menarik, kan lama juga kita memperdebatkan (kinerja sektor perdagangan lesu), tapi perdagangan, akomodasi dan restauran, pergudangan dan tranportasi, telekomunikasi itu semua naik. Jadi sebenarnya tidak valid lagi untuk membicarakan perdagangan melesu,” kata dia.

Di sisi lain, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memprediksi laju ekonomi bakal membaik tahun ini. Tapi, kemungkinan tak akan setinggi target pemerintah yaitu 5,4%. “Secara keseluruhan saya prediksi 5,3% di 2018,” kata dia. Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh kinerja ekspor yang stabil dan investasi yang lebih kuat.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan