KKP Bangun Pasar Ikan Modern Muara Baru Rp 150 Miliar

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Kamis 8/2/2018, 19.29 WIB

Dengan adanya pasar ikan modern, diharapkan mampu mencatat transaksi 10% lebih tinggi dengan pasar ikan lama, baik secara nilai transaksi maupun volume.

KENAIKAN HARGA IKAN
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Penjual menunggu pembeli di Tempat Pelelangan Ikan, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (11/3). Harga semua jenis ikan laut di Kota Gorontalo mengalami kenaikan hingga 40 persen akibat tangkapan nelayan yang berkurang karena ombak tinggi dan bulan terang.


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bangun pasar ikan berkonsep modern seluas 2,2 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara . Pasar ikan modern dibangun dengan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017/2018 sebesar Rp 150,68 miliar itu diharapkan dapat meningkatkan target transaksi dan volume perdagangan ikan sebesar 10%. dari pasar ikan tradisional.


Direktur Jenderal Pengawasan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru saat ini masih dalam proses pembangunan dan diaharapkan rampung pada 27 Desember 2018,. Setelah siap beroperasi, PIM Muara baru akan menjadi pasar ikan pertama di Indonesia yang berkonsep one stop shoping.

Rencananya, pasar modern bakal berkapasitas 900 lapak basah dengan 69 kios pasar kering, 18 kios pancing, dan 68 kios ikan segar.Nilanto berharap pasar ikan modern bakal menjadi ikon perdagangan kelautan dan perikanan nasional. “Selain untuk kegiatan ekonomi, nantinya bangunan bertiga lantai bakal menjadi salah satu tujuan wisata kuliner,” kata Nilanto di Jakarta, Kamis (8/2).

(Baca : Menteri Susi Merajuk, Anies Akan Gratiskan Pantai Jakarta)

Menurutnya, dengan kondisi pasar yang bersih, PIM Muara Baru diharapkan bakal mengubah paradigma masyarakat tentang pasar ikan yang basah dan kotor, seperti kondisi yang tampak pada pasar ikan tradisional atau pasar lama yang berlokasi tepat di sebelah pembangunan pasar ikan modern.

Meski pun begitu, pasar lama diakuinya memang memiliki catatan transaksi yang cukup besar dengan yakni sekitar Rp 9 miliar per hari dengan volume perdagangan ikan sebesar 400 ton.

Dengan adanya pasar ikan modern, diharapkan mampu mencatat transaksi 10% lebih tinggi dengan pasar ikan lama, baik secara nilai transaksi maupun volume perdagangan ikan. Untuk mendukung target transaksi dan perdagangan tersebut, KKP juga rencananya akan membangun satu unit gudang pendingin (cold storage) berkapasitas 1.000 ton.

"Dengan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA), kami harap nantinya JICA membantu asistensi teknis mauoun SOP (Standard of Procedure) pengelolaan manajemen, pengembangan, pemasaran, dan penjualan ikan,” ujar Nilanto.

Dengan begitu diharapkan pasar ikan modern Muara Baru bisa menjadi proyek percontohan, menyamai standar pasar ikan yang ada di luar negeri seperti Tsukiji Fish Market di Jepang dan Sydney Fish Market di Australia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan pembangunan infrastruktur perikanan saat ini diperlukan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan penduduk.

Menurutnya, peningkatan produksi dan pengelolaan produk kelautan dan perikanan harus dapat dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau tidak bisa memanfaatkan sumber daya, lapangan pekerjaan bisa berkurang,” ujar Susi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha