Fakultas Ekonomi UI Adopsi Metode Go-Jek untuk Pengajaran

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria Mutiara Fajrin

6/4/2018, 14.50 WIB

Teknologi akan memudahkan kolaborasi, termasuk dengan universitas lain.

Jokowi di UI
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Menristekdikti M. Nasir (kiri) dan Rektor UI Muhammad Anis (kedua kanan) secara simbolik meresmikan Forum Kebangsaan UI di sela sidang terbuka Dies Natalis UI ke-68 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa

Pengemudi ojek dan taksi online kini telah menjadi profesi yang cukup populer. Go-Jek, salah satu unicorn Indonesia, turut berperan besar dalam digitalisasi dalam transportasi umum. Sistem kemitraan ala Go-Jek, kini akan diadopsi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI).

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyatakan, di masa depan, akan semakin banyak tenaga pendidik, baik guru maupun dosen yang bekerja dalam platform digital. "Seperti Go-Jek, mitranya adalah dosen-dosen, pakai (sistem) kontrak," kata Ari saat menghadiri diskusi digital ekonomi di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (6/4).

Beberapa platform pendidikan digital seperti RuangGuru, MonsoonSIM, Quipper, dan Wardaya College diprediksinya akan terus berkembang. Universitas Indonesia, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka pun tak mau ketinggalan.

"Ini jadi pembicaraan di luar negeri, nanti kami akan menggunakan global platform. Misalnya, ambil (fakultas) ekonomi di Stanford, lalu (tentang) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Akan terjadi yang namanya revolusi besar di perguruan tinggi," tuturnya.

(Baca juga:  Bagaimana “Bonus Demografi” Mempengaruhi Perekonomian Indonesia)

Ia memperkirakan, cara kerja dosen nantinya berubah menjadi membuat modul dan mempublikasikannya secara online. Hasil kajian itulah yang akan menentukan seberapa banyak tawaran bagi dosen yang bersangkutan untuk mengajar di platform.

Di UI sendiri, kata dia, sudah mulai menyesuaikan diri dengan digital ekonomi. Namun, tak bisa lantas membentuk satu fakultas khusus terkait itu, karena ada persyaratan jumlah minimum professor pada bidang tertentu tertentu. Alhasil, UI mengombinasikan mata kuliah antara Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dengan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan Fakultas Teknik.

"Kami ikuti cara Go-Jek, integrasi dan kerja sama. Jadi pelan-pelan teknologi itu bisa diterapkan di FEB, tapi dari sisi model bisnisnya," tutur Dekan FEB UI ini.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha