BI: Transaksi Debit Lewat GPN Menghemat Triliunan Rupiah

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

25/4/2018, 21.13 WIB

"Artajasa (pengelola jaringan ATM Bersama) bulan April saja (potensi efisiensinya) mencapai Rp 1 triliun,” kata Direktur Eksekutif BI Pungky Wibowo.

EDC
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9).

Bank Indonesia (BI) mengklaim penggunaan sistem baru Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk memproses transaksi debit membuat terjadinya penghematan triliunan rupiah. Sebab, sistem tersebut membuat seluruh transaksi debit di dalam negeri, terutama di kanal pembayaran milik bank lain, tidak perlu lagi diproses di luar negeri dengan biaya mahal.  

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Wibowo menyebut efisiensi di PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) saja mencapai Rp 1 triliun. Artajasa merupakan perusahaan switching lokal, pengelola jaringan ATM Bersama. Dalam jaringan tersebut, terdapat 16 bank yang telah menerapkan GPN dan 58 bank dalam fase persiapan implementasi GPN.

”Artajasa bulan April saja (potensi efisiensinya) mencapai Rp 1 triliun, jadi potensi besar,” kata Pungky di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (25/4). Penghematan akan semakin besar setelah makin banyak pengguna GPN.

(Baca juga: Nasabah Wajib Punya 1 Kartu Debit GPN, Visa Mastercard Bisa Tergeser)

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena membenarkan penghematan bisa mencapai triliunan. Sebab, rata-rata transasksi debit tiap nasabah mencapai Rp 400-500 ribu untuk satu kali transaksi.

Lebih jauh, ia mengatakan, penghematan juga bakal dirasakan BI dan pemerintah lantaran transaksi nontunai masyarakat diharapkan semakin bertambah sehingga kebutuhan uang tunai berkurang. Sebab, GPN memungkinkan kartu debit diproses di kanal bank manapun. “Jadi potensi penghematan kalau tidak pakai uang cash. Kan BI cetak kertas, kalau lecek harus dikembalikan,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung penuh GPN dan berperan aktif dalam mengikuti setiap peta jalan atau road map GPN yang telah disusun BI. Adapun untuk mendukung GPN, BI mewajibkan agar perbankan memastikan tiap nasabah memiliki minimal satu kartu berlogo GPN pada 2022. Saat ini, jumlah kartu ATM/debit beredar tercatat mencapai 170 juta kartu. 

(Baca juga: Bank Mandiri Bidik Penerbitan 4 Juta Kartu Debit Berlogo GPN di 2018)

Adapun BI tidak melarang nasabah untuk memiliki kartu lainnya yang berlogo prinsipal asing untuk keperluan transaksi di luar negeri. Sebab, kartu berlogo GPN hanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam negeri. Meskipun kartu berlogo prinsipal asing, pemprosesan untuk transaksi domestik tetap menggunakan sistem GPN.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha