Go-Jek Siapkan Go-Play untuk Masuk Bisnis Konten

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

3/5/2018, 15.23 WIB

Film-film yang diputar di Go-Pay nantinya akan diproduksi sendiri melalui Go-Studios.

Gojek
Arief Kamaludin|Katadata
Foto replika pendiri dan CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, di salah satu stand pamer Gojek.

PT Go-Jek Indonesia akan masuk bisnis konten melalui aplikasi baru yang diberi nama Go-Play. Seperti Netflix yang memproduksi sendiri beberapa tayangannya, beberapa konten yang tayang melalui Go-Play nantinya juga akan diproduksi secara internal melalui Go-Studios.

Hanya, konsep Go-Play maupun Go-Studios tersebut masih dalam tahap awal perencanaan. "Masih dalam tahap eksplorasi konsep terkait dengan pembuatan konten kreatif," ujar Chief of Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita kepada Katadata, Rabu (2/5).

Menurut dia, sebagai technology enabler, pada prinsipnya Go-Jek terus berinovasi dalam mengembangkan layanan. Ia juga memastikan, Go-Jek akan mendukung karya para kreator konten lokal di dalam layanan terbaru tersebut. Dengan begitu, masyarakat bisa menonton film-film karya anak bangsa di Go-Play.

(Baca juga: Pentingnya Keamanan Data Konsumen di Mata Bos Go-Jek dan Blue Bird)

Mengutip dari Nikkei Asian Review, Senior Vice President of Acquisition and Development Go-Jek Michy Gustavia mengatakan, Go-Play merupakan layanan berbayar. Pengguna bisa menikmati konten video dengan memilih sendiri paket biaya langganan harian, mingguan, atau bulanan. Hal itu ia sampaikan dalam Asia-Pacific Video Operators' Summit di Bali pada 26 April 2018 lalu.

Ia menjelaskan, Go-Studios akan memproduksi film dokumenter, termasuk film pendek, untuk Go-Play. "Konten yang kami hasilkan secara eksklusif akan masuk di Go-Play. Itu akan seperti 95% terkait kehidupan masyarakat Indonesia," kata dia.

Sementara Tech in Asia menulis bahwa Go-jek juga bermitra dengan Vice untuk memproduksi sebuah film yang disutradarai oleh Joko Anwar dan akan dirilis tahun depan. Kedua perusahaan juga tengah menyiapkan beberapa proyek film documenter bertema olahraga.

(Baca juga: Merugi tapi Valuasinya Naik, Fenomena Bisnis Digital Indonesia)

Dalam pressentasinya, Michy juga akan menampilkan film tentang pengemudi ojek online perempuan karya Go-Jek. Film itu berceria tentang pengemudinya perempuan yang seringkali ordernya dibatalkan karena dianggap tidak lihai mengemudi. 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan