Perusahaan Grup Bakrie Sepakat Jual Minyak ke Pertamina

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Rabu 5/9/2018, 21.57 WIB

EMP akan menjual 2 juta barel minyaknya ke Pertamina selama setahun.

Pengeboran minyak lepas pantai.
KATADATA
Pengeboran minyak lepas pantai.

PT Energi Mega Persada akhirnya sepakat menjual minyak mentah hasil produksi yang menjadi jatahnya. Ini merupakan bagian dari kebijakan wajib jual minyak jatah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ke PT Pertamina (Persero). Tujuannya untuk menghemat devisa dari impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan Energi Mega Persada akan memasok 5.500 barel per hari (bph), atau 2 juta barel per tahun. Harga jualnya sesuai dengan kesepakatan bisnis dengan Pertamina. “Itu yang sudah,” kata dia di Jakarta, Rabu (5/9).

Sekadar informasi, Energi Mega adalah perusahaan yang terkait dengan Grup Bakrie. Dalam laporan keuangan kuartal II-2016, PT Bakrie & Brothers Tbk menyebut Energi Mega sebagai "perusahaan yang berelasi". Sampai 30 Juni 2016, Bakrie memiliki 31,8 juta saham Energi Mega yang digunakannya sebagai jaminan untuk utang jangka pendek. Adapun porsi saham Bakrie di Energi Mega sebesar 0,1 persen.

Tidak hanya EMP, saat ini Pertamina juga tengah menjajaki pembelian minyak dari KKKS lainnya seperti Chevron, ExxonMobil, Medco, dan Saka Energi. Rencananya Pertamina akan menyerap 100 ribu bph minyak jatah Chevron, tapi masih terkendala urusan pajak.

Sementara itu, untuk minyak ExxonMobil, ada sekitar 27 ribu bph yang bisa diserap Pertamina. Ini merupakan 13% jatah minyak Exxon dari produksi minyak Banyu Urip. Sisanya, menjadi bagian pemerintah dan didistribusikan ke kilang domestik saat ini.

Djoko mengatakan di Lapangan Banyu Urip minyak yang dihasilkan tahun ini sekitar 208 ribu barel per hari (bph). Djoko mengaku 27 ribu bph jatah Exxon itu belum bisa diserap oleh Pertamina kini saat ini, karena masih menjadi jatah ekspor perusahaan asal Amerika itu. Sehingga Pertamina harus menunggu periode ekspornya berakhir.

(Baca: Produksi Lapangan Banyu Urip Digenjot Hingga 220 Ribu Barel per Hari)

Sementara itu Pertamina juga akan menjajaki pembelian jatah minyak jatah Medco. Akan tetapi, proses ini masih terkendala karena Medco menjual  jatah minyaknya untuk melunasi utang. Selain itu juga akan menjajaki minyak dari Saka Energi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha