Perbesar Bisnis di Eropa, Michael Kors Akuisisi Versace Rp 31 Triliun

Penulis: Ekarina

Rabu 26/9/2018, 15.14 WIB

Michael Kors menargetkan bisa menaikan pendapatan Versace hingga US$ 2 miliar dan pendapatan secara grup sebesar US$ 8 miliar.

Versace
cyclonphoto/123RF

Perusahaan fashion asal Amerika Serikat (AS) Michael Kors Holding Limited (KORS), mengakuisisi rumah mode mewah asal Italia Gianni Versace SpA beserta utang perusahaan senilai total 1,83 miliar Euro atau setara US$ 2,12 miliar (Rp 31 triliun). Pengambil alihan Versace diharapkan bisa memperkuat kinerja keuangan perusahaan, di samping mendiversifikasi portofolio pemasaran produsen tas tersebut ke sejumlah pasar di Eropa dan Asia.

Dilasir dari situs resmi perusahaan, Chairman dan Chief Executive Officer Michael Kors, John D. Idol, menuturkan akuisisi Versace akan menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan bisnis perusahaan. "Kami percaya bahwa kekuatan merek Michael Kors dan Jimmy Choo, serta akuisisi Versace, akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan selama beberapa tahun ke depan,” tulisnya dalam situs resmi perusahaan, Rabu (26/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca : Penjualan Peretail Fashion dan Gaya Hidup Naik di Kuartal I 2018)

Lebih lanjut, Idol menuturkan bahwa akusisi Versace merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan. Dari akuisisinya itu, Michael Kors menargetkan bisa menaikan pendapatan Versace hingga US$ 2 miliar serta meningkatkan pemasaran produk versace yang ikonik dengan ekspansi sebanyak 200-300 butik. Perusahaan juga berupaya mempercepat pengembangan e-commerce dan omni-channel Versace dengan menaikan pendapatan antara 35% hingga 60% untuk ptoduk aksesori pria dan wanita serta produk sepatu.

Adapun untuk Michael Kors, akuisisi itu diharapkan mampu menggenjot pendapatan grup perusahaan hingga US$ 8 miliar (Rp 118,4 triliun) dalam jangka panjang, memperkuat reputasi brand perusahaan sebagai super high-end brand fashion dunia, dari yang semula berasal dari brand menegah.

Selain itu, perusahaan juga mendiversifikasi portofolio pemasaran Michael Kors yang semula 66% masih terkonsentrasi Amerika Serikat ke depan akan dikurangi menjadi 57%. Sementara penetrasi pasar Eropa diharapkan bisa diperbesar menjadi 24% dari semula 23% dan pasar Asia juga akan ditingkatkan kontribusinya menjadi 19% dari sebelumnya 11% melalui para pembeli loyal Versace.

(Baca : Kinerja Kurang Bagus, Matahari Tutup Lagi Gerai Department Store)

Transaksi akuisisi tersebut diharapkan rampung pada kuartal IV tahun fiskal. Pasca akuisisi, Michael Kors akan mengubah nama perusahaannya menjadi Capri Holdings Limited (CPRI). Nama baru itu menurut Idol diadopsi dari sebuah pulau dongeng yang telah lama dikenal sebagai tujuan ikonik, glamor dan mewah.

Michael Kors pada tahun lalu  juga diketahui telah mengakusisi merek sepatu Jimmy Choo seharga US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun.

Ekspansi Michael Kors yang notabene korporasi Amerika Serikat menjadikan peta persaingan kepemilikan perusahaan high fashion brand semakin menarik. Karena sebelumnya, segmen tersebut biasanya lebih banyak dikendalikan perusahaan Eropa seperti LVMH, pemilik Guerlain dan Givenchy serta Kering, pemilik Balenciaga dan Yves Saint Laurent, dikutip dari CNBC.