Tim Jokowi-Ma'ruf Kerahkan Puluhan Ribu Akun Media Sosial

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

28/9/2018, 20.45 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf berkomitmen untuk tak melakukan kampanye negatif di dunia maya.

Web ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin bakal memanfaatkan puluhan ribu akun media sosial dalam Pilpres 2019. Nantinya, puluhan ribu akun media sosial tersebut digunakan untuk mendukung kampanye yang dilakukan memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Jumlah tersebut bakal disokong pula oleh akun calon anggota legislatif yang tergabung dalam sembilan partai politik koalisi Jokowi-Ma'ruf. "Belum ditambah akun medsos para caleg yang ratusan ribu jumlahnya," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (28/9).

Johnny mengatakan, konten dari akun-akun media sosial tersebut akan disesuaikan dengan visi-misi Jokowi-Ma'ruf. Alhasil, kampanye di media sosial akan lebih mengedepankan program kerja Jokowi-Ma'ruf, baik yang telah maupun akan dilakukan ke depan. 

(Baca juga: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul Tipis di Antara Pengguna Media Sosial)

Ada pun, gaya dan cara penyampaian konten di sejumlah akun tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing relawan, caleg, serta partai politik dalam TKN Jokowi-Ma'ruf. "Ada yang menggunakan gaya milennial, gender, muda-mudi, mahasiswa, entrepreneur muda, itu sesuai dengan bidang-bidangnya, tapi substansinya sama," kata Johnny.

Johnny pun memastikan nantinya mengutamakan kampanye di media sosial secara konstruktif dan edukatif. Menurutnya, TKN Jokowi-Ma'ruf berkomitmen untuk tak melakukan kampanye negatif di dunia maya.

Hal senada disampaikan Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima. Politisi PDI-P ini mengatakan, kampanye di media sosial akan ditampilkan secara cerdas, gembira dan lebih berwarna agar tak menimbulkan perseteruan.

(Baca juga: Dua Pengusaha Muda Perkuat Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin).

Aria mengatakan, kampanye tersebut dilakukan agar kontestasi politik saat ini tak menimbulkan polarisasi seperti pada Pilpres 2014. Empat tahun lalu, Aria menilai kampanye negatif dan hitam kerap dilakukan sehingga menimbulkan luka batin bagi para pendukung dan pengusung, bahkan hingga saat ini.

"Di medsos cebong sama kampret itu tidak pernah selesai," kata Aria.

Aria pun meminta agar Bawaslu dan KPU untuk mengawasi kampanye yang dilakukan kedua kubu, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, dia berharap nuansa kampanye pada Pilpres 2019 dapat lebih mendewasakan masyarakat dalam berpolitik. (Baca juga: Strategi Tim Jokowi Merebut 10 Lumbung Suara Prabowo)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan