Tips Bikin Jeans Awet Ala Penata Busana Erick Tjong

Penulis: Dini Hariyanti

Rabu 10/10/2018, 16.50 WIB

Jeans terbilang produk fesyen yang sangat familiar bagi masyarakat. Celana ini berusia sekitar 145 tahun terhitung sejak pertama kali ditemukan.

Jakarta Fashion Week
Jakarta Fashion Week
Pagelaran busana yang digelar pada Jakarta Fashion Week (JFW) 2018 di Senayan City, Oktober 2017 lalu.

Celana jeans memiliki peminat tersendiri di dunia fesyen. Sebagian orang bahkan menjadikannya sebagai koleksi sehingga wajar jika mereka berusaha menjaga durabilitas dan tampilan jeansnya tetap apik.

Fashion Stylist Erick Tjong termasuk salah satu penggemar jeans. Oleh karena itu, dia hendak berbagi pengalaman dalam menjaga celana berbahan denim supaya lebih awet. Hal mendasar, imbuhnya, terletak pada cara pencucian.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Ya, kabar gembira bagi para penggemar jeans lusuh karena Anda memang tak perlu sering mencucinya. Erick bercerita sekilas bahwa seorang temannya bahkan tak mencuci celana jeans selama dua tahun.

Untuk menghilangkan bau tak sedap dari celana jeans yang jarang dicuci itu, Anda dapat membukusnya dengan plastik. Setelah itu, masukkan jeans selama beberapa saat ke dalam lemari pendingin.

"Tapi kalau ingin (jeans) tetap bersih tetapi warna juga awet maka pencuciannya sebaiknya menggunakan cuci kering," kata Erick, di Jakarta, Rabu (10/10).

Sementara itu, Levi's selaku merek fesyen jeans tertua di dunia menyatakan, sebetulnya celana berbahan denim tidak memerlukan perawatan khusus. Dari segi durabilitas bahan, denim relatif paling awet dibandingkan dengan bahan lain.

"Perawatan denim tidak ada perawatan khusus, karena bahan denim (khusus produk Levi's) adalah kualitas terbaik," ujar Country Marketing Head Levi's Indonesia Adhita Idris.

(Baca juga: Fresh Leaves, Koleksi Terbaru Levi's Dijual Mulai Rp 500.000)

Erick menjelaskan bahwa busana berbahan denim khususnya celana jeans termasuk gaya jalanan. "Street style ini sebetulnya bukan jenis gaya busana dengan pakem tertentu, karena ini lebih sebagai ekspresi individu," tutur dia.

Berbagai rancangan busana berbahan denim terutama jeans bukanlah produk fesyen baru. Usia jeans kini sekitar 145 tahun terhitung sejak pertama kali model celana ini ditemukan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss.

Berdasarkan informasi dari laman www.historyofjeans.com diketahui, busana jeans mulai berkembang selepas Strauss pindah dari Jerman ke Amerika Serikat pada 1851. Di Kota New York, Strauss bergabung dengan bisnis yang dijalankan kakaknya.

Pada 1853, dia pindah ke San Francisco untuk mengembangkan bisnis fesyen keluarganya tersebut. Di sanalah kain katun yang dijual Strauss laris manis.

Pada suatu hari, penjahit langganannya bernama Jacob W. Davis memesan celana khusus yang cocok dipakai para pekerja kasar. Strauss memilih bahan denim yang dibeli dari Levi Strauss & Co. Supaya celana buatannya lebih kuat, dipasanglah paku tembaga pada titik-itik yang kerap mudah sobek.