Gempa Situbondo Sebabkan 51 Rumah Rusak

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Kamis 11/10/2018, 19.35 WIB

Sebanyak 51 rumah rusak akibat gempa bumi yang terjadi pada dini hari tadi di Situbondo, Jawa Timur.

Petugas BMKG
Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Petugas BMKG tengah menunjukan area sebaran badai siklon tropis di Laboratorium BMKGs, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 51 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10) dini hari. Selain itu, ,gempa juga menyebabkan kerusakan pada 2 fasilitas kesehatan, 8 fasilitas pendidikan, 7 tempat ibadah, 1 gedung toko, serta 1 perkantoran.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan daerah yang terparah mengalami kerusakan di Kepulauan Sapudi karena jaraknya paling dekat dengan pusat gempa.

Rincian kerusakannya,  25 unit rumah dan 1 tempat ibadah di Sumenep; 8 unit rumah, 2 fasilitas pendidikan, 2 tempat ibadah, 1 gedung toko di Situbondo; 2 unit rumah di Jember; serta 16 unit rumah, 6 fasilitas pendidikan, 4 tempat ibadah, 1 kantor di Jembrana.

(Baca: Situbondo Diguncang Gempa 6,4 SR, 3 Orang Dilaporkan Meninggal)

"Pendataan masih terus dilakukan," kata Sutopo di Jakarta, Kamis (11/10).

Sutopo juga menyatakan pihaknya telah  memperbaharui laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kekuatan gempa menjadi 6,3 Skala Richter (SR) dari sebelumnya 6,4 SR. Lokasi gempa berada di laut dengan jarak 55 kilometer dari timur laut Situbondo dengan kedalaman 12 kilometer.

Menurut BNPB, gempa tersebut telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh. Sebab, waktu gempa terjadi pada dini hari tadi, banyak korban yang masih tertidur. "Gempa susulan masih terjadi, tapi tidak dalam potensi besar," ujar Sutopo.

(Baca: BMKG Pastikan Tsunami 0,5 Meter hingga 3 Meter di Palu)

Dalam keterangannya hari ini, dia juga menegaskan bahwa tak ada keterkaitan anatara gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah dan Situbondo, Jawa Timur karena berasal dari sumber yang berbeda.

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha