Penurunan Harga Minyak Tekan Saham-saham Pertambangan

Penulis: Hari Widowati

26/11/2018, 13.40 WIB

Harga minyak Brent dan WTI akhir pekan lalu menunjukkan level terendah sejak Oktober 2017.

Bursa saham
Katadata | Arief Kamaludin

Penurunan harga minyak mentah global ke level di bawah US$ 60 per barel membuat saham-saham emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan. Indeks saham sektor pertambangan longsor 2,04%. Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona hijau dan ditutup menguat 0,04% ke level 6.008,83 poin pada sesi pertama perdagangan, Senin (26/11).

Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Januari 2019 berada di level US$ 58,41 per barel pada akhir pekan lalu, turun 6,5% dibandingkan posisi Kamis (22/11) sebesar US$ 62,52. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 mencapai US$ 50,42 per barel, turun 6,2% dibandingkan harga Kamis (22/11) sebesar US$ 53,85 per barel. Harga minyak Brent dan WTI tersebut menunjukkan level terendah sejak Oktober 2017. Penurunan ini dipicu oleh produksi minyak Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan permintaan.

Harga minyak merupakan salah satu faktor yang menentukan harga komoditas lain yang menjadi substitusinya, seperti batu bara. Saham-saham emiten batu bara dan energi yang menempati jajaran top losers pada sesi pertama hari ini adalah PT Delta Dunia Tbk (DOID) yang anjlok 7,87% menjadi Rp 585 disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di posisi kedua dengan penurunan 7,28% menjadi Rp 140. Di posisi ketiga, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) rontok 6,10% menjadi Rp 77. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) di posisi keempat dengan penurunan 5% menjadi Rp 665. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di posisi kelima dengan penurunan 4,87% menjadi Rp 4.100.

(Baca: Harga Batu Bara Turun, Pengusaha akan Rem Produksi Tahun Depan)

Berdasarkan pergerakan indeks sektoral, indeks sektor agribisnis mencatat penurunan terburuk kedua setelah indeks pertambangan, yakni 0,69% menjadi 1.447,85 poin. Indeks sektor perdagangan turun 0,53% menjadi 788,80 poin disusul indeks sektor infrastruktur yang turun 0,26% menjadi 1.074,02 poin. Adapun indeks sektor aneka industri turun tipis 0,02% menjadi 1.397,1 poin.

Indeks sektor properti naik paling tinggi 0,77% menjadi 434,08 poin. Indeks sektor industri dasar juga naik 0,59% menjadi 822,70 poin. Indeks sektor keuangan naik 0,45% menjadi 1.142,43 poin. Kemudian, indeks sektor manufaktur menguat 0,2% dan indeks sektor konsumer naik 0,09%.

Nilai transaksi saham pada sesi pertama perdagangan hari ini mencapai Rp 3,06 triliun. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 4,53 miliar saham. Sebanyak 153 saham naik, 192 saham turun, dan 136 saham stagnan. Investor asing mencatat net sell di seluruh pasar sebesar Rp 7,44 miliar.

Saham PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 8,57% menjadi Rp 152. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) di urutan kedua dengan kenaikan 6,98% menjadi Rp 92. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) di posisi ketiga dengan kenaikan 5,88% menjadi Rp 90.

(Baca: Bursa Asia Menghijau, IHSG Dibuka Menguat 0,11%)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan