Pengusaha Wisata Pesimistis Target 20 Juta Turis Asing 2019 Tercapai

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Senin 3/12/2018, 20.36 WIB

Ketidaksiapan infrastruktur dan beberapa faktor tak terduga seperti bencana alam akan menjadi kendala utama menarik minat turis asing masuk ke Indonesia.

Pantai Mandalika, NTB
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).

Pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata pesimistis pemerintah bisa meraih target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara tahun depan. Ketidaksiapan infrastruktur dan beberapa faktor tak terduga  seperti  bencana alam akan menjadi kendala utama menarik minat turis asing masuk ke Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat menyatakan pemerintah seharusnya sudah menyelesaikan infrastruktur sejak lama. "Kenyamanan pengunjung sangat penting untuk meningkatkan pariwisata," kata Elly di Jakarta, Senin (3/12).

(Baca: Kunjungan Wisatawan Oktober Menyusut 5,74%)

Dia juga meminta supaya pengusaha lokal membantu meningkatkan pembangunan dengan berinvestasi langsung di wilayah wisata potensial, seperti 10 kawasan Bali baru yang ditetapkan  pemerintah untuk mendorong pencapaian target. Selain itu, pasar dalam negeri khususnya anak muda juga seharusnya bisa menjadi sasaran abru promosi wisata nasional.

Elly juga menyebut,  lokasi wisata  saat ini sudah seharusnya menyesuaikan dengan gaya hidup digital sehingga infrastruktur fisik dan teknologi wajib tersedia. "Bisnis turisme berkembang pesat, tetapi porsi pemainnya masih belum terpetakan secara jelas," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier Daulay juga mengungkapkan pesimismenya terhadap target pemerintah tahun depan.  Tak hanya itu, target pemerintah tahun ini yang berkeinginan bisa menjaring 17 juta pengunjung pun menurutnya sulit tercapai. 

Sebab, menurutnya banyak faktor tak terduga yang berpotensi menyebabkan wisatawan menunda rencana kujungannya ke Indonesia, seperti bencana alam salah satuya meletusnya Gunung Gede ataupun kecelakaan pesawat Lion Air. Rainier menyebutkan akibat kejadian itu terjadi pembatalan penerbangan massal, terlebih setelah kedua peristiwa mengemuka di surat kabar internasional.

Karenanya, untuk bisa menjaring lebih banyak wisatawan dan bersaing dengan destinasi wisata negara lain,  pemerintah mesti bisa membenahi sejumlah hal. Misalnya, mulai fokus terhadap  titik lokasi yang butuh  sedikit pengembangan untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional."Selain kuantitas wisatawan, kualitas juga perlu mendapatkan perhatian," katanya.

(Baca: Dalam 5 Tahun, Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke RI Tumbuh 275%)

Selain itu, ada juga tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk mencapai target, yaitu turisme digital, turis Tiongkok, serta wisata halal yang mengacu pada belanja kuliner.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia Oktober 2018 mencapai 1,29 juta kunjungan. Angka tersebut turun 5,74% jika dibandingkan September 2018, namun melesat 11,24% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,16 juta kunjungan.

Namun demikian, secara kumulatif (Januari–Oktober 2018) jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia 11,92% mencapai 13,24 juta kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 11,83 juta kunjungan.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha