Bertemu Pengemudi Ojek Online, Jokowi Mengaku Regulasi Kerap Terlambat

Penulis: Pingit Aria

12/1/2019, 15.22 WIB

Jokowi marah jika ada yang meremehkan pengemudi transportasi online.

Jokowi dalam Silaturahmi dengan Pengemudi Online
JAY/Humas Kepresidenan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan pengemudi online di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini  menghadiri acara Silaturahim Nasional dengan Keluarga Besar Pengemudi Online. Dalam kesempatan itu, ia mengakui bahwa perkembangan inovasi harus dibarengi dengan perubahan payung hukum yang memadai.

“Saya harus ngomong apa adanya bahwa inovasi-inovasi ini lebih cepat daripada peraturannya, daripada regulasinya,” ujar Presiden saat menghadiri Silaturahmi dengan Pengemudi Online di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, dikutip dari siaran pers Sekretaris Kabinet, Sabtu (12/1).

Menurutnya, hal ini juga terjadi di negara lain. “Terlihat peraturannya belum siap seluruh negara. Jangan dikira hanya di Indonesia, dan bukan hanya di taksi online,” katanya.

Yang terpenting, menurut Jokowi, adalah menjaga kepuasan konsumen, dan semua pihak yang terlibat. Dalam transportasi online misalnya, ia mengaku senang melihat senyum para mitra pengemudi. “Oleh sebab itu, saya perintahkan tahun lalu kepada Menteri Perhubungan untuk segera menyiapkan regulasi agar ada payung hukum yang jelas,” kata Presiden.

(Baca juga: Dirilis Maret, Permenhub Baru Bakal Atur Tarif Ojek Online)

Ojek dan taksi online, menurut Presiden, adalah bagian dari pekerjaan masa depan di bidang transportasi. “Saya kadang kadang marah kalau ada yang meremehkan pengemudi transportasi online. Itu adalah sebuah pekerjaan mulia, yang memberikan pendapatan yang akan kita pakai untuk menyejahterakan keluarga kita, anak-anak kita, istri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan pernah bertanya kepada salah satu pengemudi ojek online (ojol), Mulyono, berapa pendapatan dalam sehari. Mulyono, cerita Presiden, memiliki penghasilan rata-rata 200 ribu per hari, yang jika dikalikan selama 30 hari maka pendapatannya sejumlah 6 juta tiap bulan.

Namun, Mulyono menyatakan bahwa pendapatan kotor itu belum dikurangi biaya operasional sebanyak Rp 50 ribu per hari. Selain itu, Mulyono juga mengaku libur sehari setiap pekan. Maka, rata-rata penghasilan bersih Mulyono sekitar Rp 4 juta per bulan, yang menurut Jokowi masih cukup besar.

(Baca juga: Gojek dan Grab Punya 6 Bulan untuk Penuhi Standar Baru Taksi Online)

Untuk itu, Jokowi mengaku merasa jengkel dan marah apabila ada yang meremehkan pekerjaan pengemudi ojek online. “Pekerjaan ini memberikan kesempatan kepada Bapak/Ibu, Saudara-saudara sekalian untuk mengambil waktu sebebas-bebasnya. Setengah hari silakan, mau Sabtu Minggu libur silakan, mau Senin sampai Minggu libur silakan,” ujar Jokowi yang mengaku tak pernah bisa libur pada akhir pekan.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda kali ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sementara pihak pengemudi yang hadir berasal dari perwakilan mitra Gojek, Grab dan Bluebird.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha