Harga Emas Bangkit, Diramal Capai Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Penulis: Martha Ruth Thertina

14/1/2019, 12.47 WIB

Spekulasi bahwa bank sentral AS akan berhenti sementara mengerek bunga acuannya turut meningkatkan daya tarik logam mulia yang merupakan aset non-bunga.

Emas Antam
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas menunjukkan imitasi emas logam mulia produk PT Aneka Tambang (Antam) yang dipamerkan di gerai Antam dalam sebuah pameran di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/9).

Emas semakin diburu investor. Bila mengacu pada data Bloomberg, harga emas di bursa comex, New York, Amerika Serikat (AS) bergerak di rentang US$ 1.280-1.290 per ounce untuk kontrak pembelian Februari 2019. Harga emas tercatat merangkak naik mulai pertengahan Oktober tahun lalu, setelah sempat anjlok hingga menyentuh level US$ 1.184 per ounce dua bulan sebelumnya.

Menurut tim analis Glodman Sach yang dipimpin Jeffrey Currie, seperti dikutip Bloomberg, tensi geopolitik telah menaikkan pembelian emas oleh bank sentral. Sementara itu, kekhawatiran akan resesi membantu terdongkraknya permintaan dari investor yang mencari “defensive assets” alias safe haven.

Spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serkat (AS) akan berhenti sementara mengerek bunga acuannya juga disebut-sebut turut meningkatkan daya tarik logam mulia yang merupakan aset non-bunga. Tim memprediksikan harga emas untuk 12 bulan mendatang naik ke level US$ 1.425 per ounce. Level ini tak pernah terlihat dalam lima tahun belakangan.

(Baca: Naik atau Turunnya Bunga AS Dinilai Bakal Mengancam Ekonomi Indonesia)

Proyeksi positif juga disampaikan tim analis Cantor Fitzgerald yang dipimpin Mike Kozak. “Kami berekspektasi permintaan untuk safe haven, dan dalam cakupan yang lebih kecil, lindung nilai atas inflasi emas, akan menjadi kunci pendorong harga logam mulia di 2019,” demikian tertulis dalam laporannya, seperti dikutip Bloomberg. Emas dan perak “Tampak bagus di 2019.”

(Baca: Antam Jual Emas Batangan secara Online Lewat Orori)

Saat berita ini ditulis, harga emas di bursa Comex tercatat US$ 1.291 per ounce untuk kontrak Februari 2019, naik 1,1% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya untuk kontrak yang sama. Sementara itu, harga perak tercatat US$ 15,60 per ounce untuk kontrak Maret 2019, lebih rendah 0,39% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Namun, level ini sudah membaik setelah sempat anjlok hingga menyentuh level US$ 13,98 per ounce pada November tahun lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha