Pemerintah Bakal Ganti Lahan TNI yang Terdampak Proyek Infrastruktur

Penulis: Michael Reily

Editor: Martha Ruth Thertina

25/1/2019, 21.45 WIB

Lahan TNI di beberapa lokasi terpakai untuk proyek infrastruktur pemerintah seperti jalan tol, kereta cepat, dan kereta ringan (light rail transit/LRT).

Tol Sumatera
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Jalan Tol Medan-Binjai seksi III, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah bakal mengganti lahan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terpakai untuk proyek infrastruktur. Lahan TNI di berbagai daerah diketahui terpakai untuk proyek jalan tol, kereta cepat, dan kereta ringan alias light rail transit (LRT).

Darmin menjelaskan, mekanisme penggantian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi bukan di 2019. "Tidak bisa ganti sekarang, mekanismenya nanti," kata dia di Jakarta, Jumat (25/1).

(Baca: TNI Lepas Lahan untuk Proyek Jalan Tol, Kereta Cepat, dan LRT)

Menurut dia, TNI sudah setuju untuk mengalihkan kepada pemerintah lahannya di berbagai daerah sehingga beberapa proses pembangunan infrastruktur yang terhambat bisa kembali berjalan. Adapun kebanyakan pengalihan lahan untuk infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Tatang Sulaiman Tatang mengatakan, Panglima TNI sudah mengeluarkan perintah kepada kepala staf angkatan untuk memberikan izin konstruksi di lahan yang bersinggungan dengan PSN yang dimaksud.

(Baca: Pembangunan Infrastruktur Masif, Akankah Dongkrak Ekonomi?)

Namun, pelepasan lahan masih menunggu keputusan Menteri Keuangan. Sebab, lahan tersebut masuk dalam barang milik negara dan TNI hanya sebagai pengguna/pegelola aset.

 

Rincian Lahan TNI yang Siap Dialihkan

Aset Mabes TNI

  1. Tol Cimanggis-Cibitung seluas 48,5 hektar (ha) di lahan Pati TNI

Aset TNI Angkatan Darat

  1. Tol Kunciran-Serpong seluas 2.368 ha di Desa Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan
  2. Jalur Kereta Cepat Indonesia China di lahan Brigif 15 Kujang Kodam III SLW seluas 27.933 m2 di Cimahi

Aset TNI Angkatan Laut

  1. Tol Medan-Binjai seluas 38.983 m² di Desa Tanjung Mulia, Medan Deli
  2. Tol Cimanggis-Cibitung seluas 83.111 m² di Desa Pasir Angin, Cileungsi, Bogor
  3. Tol Sunter-Pulo Gebang seluas 133 m² Parkir Gedung Marina di Kelapa Gading Barat, Jakarta

Aset TNI Angkatan Udara

  1. Tol Solo-Ngawi seluas 40.102 m² sebagian tanah terdapat di rumah 50 unit tipe 36 di Desa Ngresep, Boyolali
  2. Tol Bekasi-Cawang Kp Melayu seluas 10.290 m² di atas tanah tersebut terdapat dua rumah dinas di Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur
  3. Jalur LRT Cawang-Cikunir seluas 3.619 m² di jl. Tol Jakarta-Cikampek
  4. Jalur Kereta Cepat Indonesia China di Lanud Halim Perdanakusuma seluas 18,6 hektare (14,6 hektare di Komplek Trikora dan 4 hektare di eks Cipinang Melayu)
  5. Lanud Sri Mulyo Herlambang seluas 2.242 m² digunakan untuk fly over simpang bandara Tanjung Api-Api Palembang dan seluas 8.967 m² digunakan untuk stasiun dan jalur LRT bandara SMB II Jakabaring Palembang
  6. Denma Mabes AU- Cikoko 2.558 m2 dan Pancoran seluas 4.287 m² digunakan jalur LRT Cawang-Kuningan Duku Atas.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha