Kominfo Blokir Akun Palsu Pencatut Nama TNI

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

7/2/2019, 10.06 WIB

Akun yang mencatut nama @tni_indonesia_update tersebut menyebarkan konten negatif di Instagram.

Gempa Palu
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Prajurit TNI mengangkat korban gempa Palu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir akun Instagram yang mencatut identitas Tentara Negara Indonesia (TNI). Akun palsu ini memuat konten negatif, seperti menyebarkan isu tentang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Di salah satu unggahannya, akun @tni_indonesia_update tersebut mengatakan, 'Sebaiknya para PKI dan generasi PKI baru, serta pemuda-pemudi kritis di garis kiri dikumpulkan dalam satu gudang. Kemudian dijadikan sasaran tembak oleh Leopard. Aksi Yonkav 8 Narasingawaratama'. 

Akun ini pun terdeteksi oleh Direktorat Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo karena bermuatan negatif. "Pemblokiran terhadap akun @tni_indonesia_update dilakukan pada Rabu (6/2) pukul 10.45 WIB," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers, kemarin (6/2).

(Baca: Kominfo Blokir Ribuan Konten Vulgar dari TikTok hingga Smule)

Pemblokiran ini dilakukan setelah ada laporan dari Mabes TNI untuk menertibkan akun-akun media sosial tidak resmi yang mengatasnamakan TNI. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya mengatakan, akun resmi TNI AD adalah @tni_angkatan_darat.

Mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE), akun tersebut diblokir. Sebab, Pasal 35 UU ITE menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Ferdinandus mengimbau agar masyarakat melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media sosial yang diduga mengandung konten negatif. Masyarakat bisa melaporkan hal itu melalui twitter @aduankonten, situs aduankonten.id dan nomor WhatsApp 08119224545.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan