Pasca Diakuisisi Semen Indonesia, Holcim Ganti Nama dan Rombak Direksi

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

11/2/2019, 14.13 WIB

Holcim Indonesia resmi mengganti namanya menjadi Solusi Bangun Indonesia, serta menunjuk jajaran pengurus baru paska diakuisisi oleh Semen Indonesia.

Holcim - KATADATA
Holcim - KATADATA
Holcim Indonesia Tbk kini berganti nama menjadi Solusi Bangun Indonesia Tbk setelah diakuisisi oleh Semen Indonesia (Persero) Tbk.

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) resmi berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk pada hari ini, Senin (11/2), melalui keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB). Perubahan nama Holcim Indonesia menindaklanjuti proses akuisisi saham mayoritas perusahaan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Dengan perubahan nama tersebut, dua entitas anak mereka, yaitu PT Holcim Beton dan PT Lafarge Cement Indonesia, juga ikut berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Beton dan PT Solusi Bangun Andalas. Agenda RUPS-LB ini juga menyetujui perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan, serta perubahan susunan komisaris dan direksi perusahaan.

Direksi Semen Indonesia masuk ke dalam jajaran komisaris Solusi Bangun Indonesia. Kursi Presiden Komisaris diduduki oleh Fadjar Judisiawan yang merupakan salah satu Direktur Semen Indonesia. Direktur lain yang masuk yaitu Adi Munandir selaku Komisaris. Selain itu, Komisaris Independen dijabat oleh Noriega M. Francisco.

(Baca: Semen Indonesia Industri Bangunan Resmi Jadi Pengendali Holcim)

RUPS-LB juga memutuskan untuk menunjuk jajaran direksi baru Solusi Bangun Indonesia dengan posisi Presiden Direktur dijabat oleh Aulia Mulki Oemar, lalu Agung Wiharto selaku Direktur, dan Lilik Unggul Raharjo selaku Direktur Independen.

Fokus Integrasi dan Sinergi dengan Semen Indonesia

Direktur Solusi Bangun Indoneisa yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, langkah pertama mereka ke depan adalah memastikan integrasi dan sinergi kedua perusahaan ini bisa dilaksanakan secepat mungkin. Sinergi tersebut untuk dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dari sisi rantai suplai (supply chain) karena kebutuhan semen dalam negeri masih rendah.

Dia memperkirakan industri semen dalam negeri tahun ini masih akan kelebihan kapasitas produksi dibanding permintaan hingga 30%. "Langkah pertama integrasi. Yang paling penting supply chain," kata Agung ketika ditemui usai dirinya diangkat menjadi Direktur, Senin (11/2).

Ada beberapa arah dasar perusahaan ke depan yaitu memperluas jaringan pabrik semen di dalam negeri, memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan, lalu meningkatkan efisiensi, khususnya biaya distribusi dan bahan baku. Selain itu, juga memperkuat posisi bisnis ready mix dengan berbagai variasi produk dan solusi. Serta, memperkuat sinergi di berbagai bidang untuk meningkatkan efisiensi.

(Baca: LafargeHolcim Sepakat Jual Holcim ke Semen Indonesia Rp 25,7 Triliun )

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha