Satelit Nusantara Satu Sukses Meluncur dengan Roket Falcon 9

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Pingit Aria

22/2/2019, 19.23 WIB

Satelit Nusantara Satu akan mengorbit di atas Papua untuk memenuhi kebutuhan internet di daerah terpencil.

Satelit Nusantara Satu
Katadata/Cindy Mutia
(dari kiri) Direktur Jaringan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Heru Dwikartono, Direktur Keuangan PSN Ravi Talwar, General Manager of Marketing PSN Meidyanto A, Space System Group Head PSN Johanes Indri dalam konferensi pers peluncuran Satelit Nusantara Satu di Jakarta, Jumat (22/2).

Satelit Nusantara Satu telah meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada Kamis, 21 Februari 2018 pukul 20.45 waktu setempat atau Jumat pagi waktu Indonesia. Satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini diluncurkan dengan roket Falcon 9 dari Space-X.

Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono mengatakan, saat ini terdapat 25 ribu desa yang belum mendapatkan akses internet broadband.  Selanjutnya, dua satelit lain, yakni Nusantara Dua akan diluncurkan pada 2020 dan Nusantara Tiga 2022.

“Dengan satelit kami, diharapkan kita mampu memberikan layanan internet broadband ke seluruh daerah. Sehingga, mudah-mudahan kita bisa menjadi Swasembada Broadband," ujar Heru saat ditemui di kantor PSN, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/2).

Butuh waktu sekitar dua minggu dari waktu peluncuran agar Satelit Nusantara Satu dapat mencapai slot orbit 146 derajat bujur timur (BT) tepat di atas Papua, Indonesia.

Setelah berhasil mencapai orbitntnya, PSN akan melakukan serangkaian uji coba terlebih dahulu untuk memastikan satelit tersebut dapat berfungsi dengan baik. Barulah satelit siap dimanfaatkan untuk kebutuhan internet di Indonesia.

(Baca: Satelit Nusantara Satu Diluncurkan dengan Roket Falcon 9 Milik SpaceX)

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional. Satelit ini memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band.

Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara Ku-band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 spot beam pada system HTS. Selain itu, satelit yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang dapat mengorbit selama lebih dari 15 tahun.

Satelit Nusantara Satu telah dirancang untuk menekan biaya kargo Space-X, yang memiliki kapasitas seberat tujuh ton. Sementara, satelit ini hanya memiliki bobot empat ton. 

General Marketing PSN Meidyanto A mengatakan, dengan memperkecil kapasitas satelit buatan Space-X tersebut, maka PSN dapat memperkecil biaya kargo. “Sekitar US$ 200-250 juta, belum termasuk biaya operasional,” ujar Meidyanto.

Lebih lanjut Meidyanto mengatakan, pengontrolan satelit Nusantara Satu akan dilakukan di kompleks Indosat, Jatiluhur, Jakarta.

(Baca: Indosat Luncurkan Satelit untuk Penyiaran pada 2020)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan